Rasyid Bakri Lega Gaji Aman di PSM: Pemain Wajib Penuhi Kewajiban

PSM Makassar

Rasyid Bakri Lega Gaji Aman di PSM: Pemain Wajib Penuhi Kewajiban

Alfiandis - detikSulsel
Selasa, 04 Okt 2022 20:57 WIB
Pemain PSM Rasyid Bakri berusaha melewati penjagaan pemain OTP 37 FC Mamuju
Gelandang PSM Makassar Rasyid Bakri Foto: (Instagram PSM Makassar)
Makassar -

Gelandang PSM Makassar, Rasyid Bakri mengaku lega mendengar gajinya tetap dibayarkan manajemen PSM meski kompetisi BRI Liga 1 musim 2022/2023 dihentikan sementara. Namun, dirinya menegaskan pemain juga harus memenuhi kewajibannya dengan kerja keras dan memberikan hasil terbaik buat tim.

"Kita juga sebagai pemain pasti harus melakukan kewajiban kita sebagai pemain baik di latihan maupun di pertandingan," kata Rasyid Bakri kepada detikSulsel, Selasa (4/10/2022).

Sebelumnya, Direktur Utama PSM Makassar, Sadikin Aksa menegaskan akan tetap memenuhi kewajiban dengan membayar gaji para pemainnya, meski kompetisi di setop sementara. Walaupun PSSI masih belum memastikan kapan Liga 1 kembali dilaksanakan.


"Kalau begitu yang dibilang pak Sadikin kita bersyukur karena manajemen bicara seperti itu (pembayaran gaji pemain meski laga tunda)," tegasnya.

Rasyid menegaskan, akan tetap fokus mempersiapkan diri meski kompetisi belum menemui titik terang sesuai dengan program latihan yang telah diberikan pelatih PSM, Bernardo Tavares.

"Kalau dari kita pemain PSM menjalankan program pelatih saja kan kewajiban kita latihan sama bertanding itu saja," terangnya.

Diberitakan sebelumnya, Dirut PSM, Sadikin Aksa memastikan gaji pemain PSM tetap dibayarkan meski Liga 1 setop sementara. Menurutnya, hal ini merupakan risiko yang harus ditanggung klub.

"Dengan dihentikannya Liga 1 ini, apakah gaji pemain tidak dibayar? tidak mungkin, mereka (pemain) harus kita bayar," kata Sadikin, Minggu (2/10).

"Liga berhenti, ini risiko. Inilah yang saya bilang risikonya industri olahraga, salah satu risiko dari pada bisnis sepak bola. Ini yang harus kita nanti perbaiki mitigasi bisnis," sambungnya.

Liga 1 diputuskan berhenti sementara imbas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur (Jatim) yang menewaskan 125 orang dan menyebabkan 323 lainnya luka-luka. Hal tersebut terjadi saat duel Arema FC Vs Persebaya Surabaya, Sabtu (1/10).

Aremania masuk ke dalam lapangan usai pertandingan karena tidak terima tim kesayangannya, Arema FC kalah 2-3 atas Persebaya Surabaya. Aksi yang berujung anarkis itu kemudian dibalas dengan tembakan gas air mata oleh kepolisian ke tribun penonton.



Simak Video "Suporter PSM Makassar Gelar Aksi Bakar Lilin untuk Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/nvl)