MU dan Liverpool Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Barcelona Kecam Kekerasan

Berita Nasional

MU dan Liverpool Berduka atas Tragedi Kanjuruhan, Barcelona Kecam Kekerasan

Tim detikSport - detikSulsel
Minggu, 02 Okt 2022 19:25 WIB
Police officers and soldiers stand amid tear gas smoke after clashes between fans during a soccer match at Kanjuruhan Stadium in Malang, East Java, Indonesia, Saturday, Oct. 1, 2022. Panic following police actions left over 100 dead, mostly trampled to death, police said Sunday. (AP Photo/Yudha Prabowo)
Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang (Foto: AP/Yudha Prabowo)
Jakarta -

Klub-klub top sepak bola dunia turut memberi perhatian atas Tragedi Kanjuruhan yang mengakibatkan ratusan nyawa melayang. MU dan Liverpool menyampaikan duka cita sementara Barcelona mengutuk kekerasan yang terjadi.

Dilansir dari detikSport, Minggu (2/10/2022), sejumlah klub besar Liga Inggris menyampaikan ucapan duka cita atas Tragedi Kanjuruhan. Mereka turut merasakan kesedihan akibat ratusan suporter tewas dalam kerusuhan tersebut.

"Manchester United sangat berduka atas tragedi di Malang, Indonesia. Kami mengirimkan belasungkawa tulus kami kepada para korban, keluarga mereka, dan semua orang yang terkena dampak," tulis Manchester United.


"Kami sangat sedih mengetahui peristiwa di Malang di Stadion Kanjuruhan Indonesia hari ini," tulis Arsenal.

"Doa kami bersama para korban yang terkena dampak," tulis Man City.

"Kami sangat sedih mendengar kejadian di Stadion Kanjuruhan, Malang, Indonesia. Semua orang di Liverpool Football Club bersama dengan semua yang terkena dampak saat ini," tulis Liverpool.

Sementara Barcelona menyampaikan kecaman atas kekerasan yang terjadi baik di dalam maupun di luar lapangan.

"Barcelona berduka atas peristiwa tragis di Stadion Kanjuruhan di Indonesia dan menolak segala tindakan kekerasan baik di dalam maupun di luar lapangan," tulis klub top Liga Spanyol itu.

"Belasungkawa yang tulus kami sampaikan kepada keluarga dan teman-teman para korban," lanjut pernyataan klub yang kini dilatih Xavi tersebut.

Tragedi Kanjuruhan diketahui pecah usai laga yang mempertemukan Arema FC dengan Persebaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Sabtu (1/10/2022). Pada lanjutan Liga 1 tersebut, tuan rumah Arema kalah 2-3 dari Persebaya.

Para suporter Arema FC atau Aremania kemudian menyerbu masuk ke lapangan usai laga berakhir karena kecewa atas kekalahan tim kesayangan. Suporter mengamuk dan berbuat anarkis.

Situasi yang ricuh ini kian tak terkendali. Lantas pihak polisi menembakkan gas air mata untuk mengendalikan massa. Namun gas air mata ini justru membuat penonton panik dan berdesak-desakan keluar dari stadion.

Akibatnya terjadi penumpukan massa yang cukup banyak. Sehingga dikabarkan banyak suporter tewas lantaran sesak napas karena karena kekurangan oksigen saat berupaya keluar dari stadion.



Simak Video "Melihat Tribun 12, Saksi Bisu Mencekam Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(tau/sar)