Respons Komite Wasit PSSI ke Pelatih PSM yang Minta VAR di Liga 1: Mahal!

PSM Makassar

Respons Komite Wasit PSSI ke Pelatih PSM yang Minta VAR di Liga 1: Mahal!

Tim detikSulsel - detikSulsel
Sabtu, 01 Okt 2022 06:41 WIB
Referee Stuart Atwell consults VAR during the Premier League soccer match between Arsenal and Manchester City at the Emirates Stadium, in London, England, Saturday Jan. 1, 2022. (AP Photo/Matt Dunham)
Penggunaan VAR di sepak bola Eropa. Foto: AP/Matt Dunham
Makassar -

Pelatih PSM Makassar Bernardo Tavares meminta penggunaan video assistant referee (VAR) di Liga 1. Bagi Komite Wasit PSSI, hal itu masih sulit terlaksana karena membutuhkan biaya yang besar.

"Semua orang juga minta seperti itu (VAR). Tapi apakah semua negara sudah gunakan itu, kemampuan negara masing-masing kan berbeda," kata Ketua Komite Wasit PSSI, Ahmad Riyadh kepada detikSulsel, Jumat (30/9/2022).

"Satu lapangan itu 80 miliar (rupiah) kalikan 18 lapangan. Kalau Liga 1 harus mewajibkan VAR semua (klub), hampir 1,8 triliun (rupiah)," sambungnya.


Ahmad Riyadh mengakui, VAR dapat membantu kinerja wasit lebih baik. Hal itu juga menjadi program PSSI ke depannya, meski bukan untuk saat ini.

"VAR memang sangat membantu, itu keharusan. Ke depan wajib VAR itu, dengan teknologi yang ada, semua pihak harus memanfaatkan teknologi cuman belum kalau sekarang," paparnya.

Ketua Asprov PSSI Jawa Timur ini berpesan, agar pelatih PSM Makassar, Bernardo Tavares sebaiknya fokus dalam meningkatkan kinerjanya sebagai pelatih. Bukan mengurusi hal-hal yang di luar ranahnya sebagai pelatih.

"Tunjukkan saja dia punya kepemimpinan bagus jadi pelatih. Jangan ranahnya orang dinilai lah, ranahnya dia nilai dululah," jelas Ahmad Riyadh.

"Apa dia jadi pelatih sudah bagus, itu aja tunjukkan dulu. Kalau semua bidang menunjukkan bidangnya masing-masing bagus selesai sepak bola Indonesia," sambungnya.

Sebelumnya, Pelatih PSM Bernardo Tavares meminta penggunaan VAR dalam pertandingan di Liga 1. Bernardo yakin kehadiran VAR akan meningkatkan kualitas sepak bola di Indonesia.

"Sepak bola Indonesia membutuhkan VAR dan juga kualitas wasit yang lebih baik dan kenapa tidak memberikan opsi ini kepada sepak bola Indonesia," kata Bernardo usai laga, Kamis (29/9).

VAR dinilai Bernardo sebagai sesuatu yang wajib digunakan di Liga 1. Hal ini agar seluruh kesalahan-kesalahan yang terjadi tidak berulang-ulang dilakukan wasit.

"Sepak bola Indonesia layak mendapatkan suguhan lebih bagus daripada ini. Karena mempunyai kualitas suporter yang sangat besar dan suporter Indonesia layak mendapatkan hal yang lebih baik daripada sekadar apa yang ditunjukkan oleh perangkat pertandingan," imbuhnya.



Simak Video "Suporter PSM Makassar Gelar Aksi Bakar Lilin untuk Tragedi Kanjuruhan"
[Gambas:Video 20detik]
(ata/alk)