PSM Makassar

Bernardo Minta VAR, Bos PSM Usul Reward untuk Wasit Liga 1 Berprestasi

Tim detikSulsel - detikSulsel
Kamis, 18 Agu 2022 08:15 WIB
PSM Makassar 1-1 Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare.
PSM Makassar 1-1 Persija Jakarta di Stadion Gelora BJ Habibie Parepare. Foto: Ibnu Munsir/detikSulsel
Makassar -

Direktur Utama PSM Makassar, Munafri Arifuddin juga menyoroti kualitas wasit di Liga 1. Jika pelatih Bernardo Tavares meminta video assisten referee (VAR), Munafri justru lebih sepakat jika wasit diberikan reward.

"Kalau saya perbaiki dulu kualitas wasitnya semuanya. Percuma kita memberikan teknologi yang baik, kalau pada saat personalnya sendiri kurang bisa memaknai teknologi itu," kata Munafri kepada detikSulsel, Rabu (17/8/2022).

Pria yang akrab disapa Appi itu menjelaskan, perlu segera diseragamkan kurikulum wasit di Liga 1. Namun paling penting adalah ada reward dan punishment kepada wasit di Liga 1.


"Pada saat wasit memimpin pertandingan dengan baik, federasi juga harus memberikan reward yang cukup buat mereka. Kalau umpamanya tidak, punishmentnya juga harus kencang," jelasnya.

Appi mengaku, tidak sepakat jika wasit yang gagal dalam memimpin pertandingan hanya diistirahatkan. Seperti halnya yang telah dilakukan Komite Wasit PSSI yang telah mengistirahatkan 12 wasit Liga 1 musim ini.

"Tidak cukup hanya dengan diistirahatkan, jadi memang harus diperlihatkan supaya ada efek yang bisa wasit perbaiki di setiap kesalahannya. Kalau cuma diistirahatkan seperti itu untuk apa nanti akan terulang lagi, terulang lagi," bebernya.

Suami Melinda Aksa ini sebetulnya berharap banyak dengan PSSI yang menambah jumlah wasit di lapangan. Yakni dengan hadirnya additonal assistant referee (ARR) yang berdiri di dekat garis gawang.

"Harusnya dengan 5 wasit, kesalahan yang terjadi di lapangan itu tidak boleh banyak terjadi. Jadi memang harus ditambah lagi kemampuan wasit supaya betul-betul menjadi pengadil di dalam lapangan," pungkasnya.

Simak Bernardo Tavares Desak Penggunaan VAR di Liga 1 di halaman berikutnya.