PSM Makassar kalah dari tuan rumah Borneo FC pada babak perempatfinal Piala Presiden 2022. Juku Eja menyerah dengan skor 1-2 di Stadion Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Minggu (3/7) malam.
Kekalahan PSM Makassar disebut-sebut akibat ulah wasit Thoriq M Alkatiri yang memimpin laga. Thoriq dinilai memihak ke tuan rumah.
"Kalau saya melihat PSM sudah bermain bagus cuman mungkin karena faktor kepemimpinan wasit kurang bagus sampai membuat pemain PSM down," kata Pengamat Sepakbola, Budiardjo Thalib kepada detikSulsel, Senin (4/7/2022).
Budi menjelaskan, pertandingan kedua tim berlangsung seru dan menarik, keduanya saling jual beli serangan. Hanya saja wasit tidak memimpin dengan fair.
"Padahal ada peluang juga kita punya, tapi ya karena kepemimpinan wasit kurang fair. Yang jelas PSM semalam bermain bagus," paparnya.
Selain itu, mantan asisten pelatih PSM ini menilai, kekalahan PSM Makassar juga disebut akibat gol cepat dari Borneo FC di menit awal. Melalui kreasi sepak pojok yang menjadi gol melalui sundulan Agung Prasetyo pada menit ke-6.
"Agak mempengaruhi gol itu, apalagi sistem gugur sangat berpengaruh sekali di menit awal yang membuat permainan tersendat," ucapnya.
Meski begitu, Juku Eja sempat menguasai pertandingan dengan menciptakan beberapa peluang ke gawang lawan. Hanya karena kurang fokus dan beruntung, sehingga tak bisa menyamakan kedudukan.
"Kalau saya fokus di menit awal pertandingan karena sepak bola menit awal dan akhir harus lebih siap," terangnya.
Sementara itu Koordinator Komunitas VIP Selatan menganggap laga Borneo FC Vs PSM tercoreng oleh ulah pengadil lapangan yang tak adil. Banyak keputusannya yang merugikan PSM Makassar.
"Semua orang lihat kinerja wasit bagaimana kepemimpinan, keputusannya," katanya.
Simak selengkapnya di halaman berikutnya.
(ata/asm)