Satgas Pemantauan, Pengawasan, dan Penyaluran BBM Bersubsidi Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) melakukan inspeksi mendadak (sidak) di dua SPBU imbas antrean truk mengganggu lalu lintas (lalin). Hasilnya, tim satgas menemukan sejumlah sopir truk yang melakukan pengisian berulang dalam sehari.
Sidak itu dilakukan di SPBU Jalan Jenderal Ahmad Yani Kilometer 2 dan SPBU Kilometer 3, Kamis (8/10/2026). Sejumlah truk yang terciduk mengisi berulang diminta untuk tidak ikut antre lagi.
"Tadi berdasarkan hasil itu kurang lebih ada 7 temuan, yang kami lakukan verifikasi lapangan terhadap truk-truk yang antre itu, dan akhirnya mereka tinggalkan tempat," kata Wakil Ketua Satgas BBM Kota Parepare, Andi Ardian kepada wartawan di lokasi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ardian mengatakan, pengawasan ketat itu dilakukan untuk menertibkan antrean kendaraan di SPBU. Petugas fokus menyasar pengemudi yang nekat berbuat curang demi mendapatkan pasokan Solar berlebih.
"Termasuk tadi pengisian yang berulang. Ada yang sudah melakukan pengisian pada malam hari, kemudian ditampung di dalam jeriken, kemudian kembali antre. Ini yang kami suruh tinggalkan tempat untuk tidak dilayani," jelasnya.
Dia mengungkapkan, para sopir sengaja mengulang pengisian karena khawatir kehabisan pasokan BBM di tengah jalan. BBM bersubsidi yang sudah diisi kemudian dipindahkan ke jeriken sebagai cadangan menuju daerah tujuan.
"Mereka khawatir tidak dapat lagi BBM di tempat lain ketika jalan dalam perjalanan, misalnya menuju tujuannya ke Palopo. Sehingga BBM yang sudah diisi tadi ditampung di dalam jeriken untuk sebagai cadangan, kemudian antre kembali," terangnya.
Aksi penampungan tersebut dinilai memicu panic buying di tengah masyarakat. Perilaku menyimpang itu berdampak langsung pada tergerusnya kuota harian Solar bersubsidi di Parepare.
"Tapi kami sampaikan itu tidak diperkenankan. Silakan Anda gunakan itu, nanti tiba di tempat tujuan misalnya di mana habis, di situ diisi. Karena ini yang dihindari, itu kan model-model panic buying sebenarnya. Nah, kalau semua sopir melakukan hal yang sama, jatah kuota kita yang ada di Parepare menjadi berkurang," tuturnya.
Untuk menghalau pengisian ganda, Satgas mewajibkan pengelola SPBU mencocokkan sistem barcode digital dengan STNK dan nomor plat kendaraan. Sistem scanner akan otomatis menolak kendaraan yang terdeteksi sudah pernah melakukan pengisian pada hari yang sama.
"Jadi kan di sini barcode-nya kelihatan, kalau dia sudah mengisi satu kali itu warna kuning. Itu sudah ditolak. Tadi di dua SPBU sebelumnya sudah banyak yang ditolak karena pas di-scan ternyata warna kuning," jelasnya.
Ardian meminta petugas SPBU tidak memberikan toleransi bagi pengemudi yang kedapatan melanggar aturan pengisian. Seluruh truk yang terindikasi melakukan pengisian berulang langsung diminta keluar dari jalur antrean.
"Diminta untuk tidak lagi ikut antre, karena antrean ini yang mengganggu," pungkasnya.
