Antrean Solar di SPBU Parepare Picu Macet, Truk Mengular ke Jalan

Antrean Solar di SPBU Parepare Picu Macet, Truk Mengular ke Jalan

Ardiansyah - detikSulsel
Kamis, 08 Okt 2026 12:25 WIB
Truk mengantre isi solar di SPBU Parepare.
Foto: Truk mengantre isi solar di SPBU Parepare. (Ardiansyah/detikSulsel)
Parepare -

Antrean truk pembeli BBM solar mengular hingga memakan badan jalan di SPBU Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kondisi itu memicu kemacetan lalu lintas (lalin) di sekitar lokasi.

Pantauan detikSulsel di SPBU Jalan Ahmad Yani Km 3 Parepare, Kamis (8/10/2026) pukul 11.30 Wita, terlihat antrean truk meluber ke badan jalan. Barisan truk memakan sebagian ruas Jalan Ahmad Yani hingga mengganggu arus kendaraan.

Di area SPBU, sebanyak 18 unit truk berukuran besar terlihat berderet mengantre hingga ke luar area. Kendaraan-kendaraan tersebut berbaris rapi menunggu giliran pengisian bahan bakar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Aktivitas pengisian BBM di lokasi berlangsung sangat sibuk dan padat. Petugas SPBU terus melayani deretan armada truk secara bergantian di tengah antrean yang terus mengular.

Akibat antrean yang memakan bahu jalan tersebut, arus lalu lintas di sekitar SPBU sempat tersendat. Sejumlah pengendara lain harus memperlambat laju kendaraannya saat melintasi area tersebut.

ADVERTISEMENT

Salah seorang sopir truk, Zulfadli mengaku harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan solar. Dia menyebut masa tunggu di lokasi pengisian bisa mencapai waktu cukup lama.

"Kalau keluhannya ada keluhannya, kan biasa antre dari jam 8, kadang siang, kadang juga sore. Kadang 3-4 jam lah. Itu pun kalau ada kita dapat, kalau banyak sekali mobil kan," ujar Zulfadli di lokasi.

Zulfadli menyebut kerap berpindah SPBU demi mendapatkan pasokan BBM. Langkah ini dilakukan menyesuaikan ketersediaan solar di setiap lokasi.

"Tergantung di mana solar ada di situ kita cari antre," katanya.

Dia mengaku belum pernah mogok di tengah jalan saat membawa armada. Namun situasi kehabisan Solar justru kerap dialami ketika ia sedang mengantre.

"Kalau di jalan tidak pernah, tapi kalau mengantre biasa, biasa kehabisan," tuturnya.

Mengenai dugaan penyelewengan solar oleh oknum tertentu, Zulfadli enggan berkomentar banyak. Ia memilih untuk tetap fokus menjalankan tugasnya sebagai pengemudi.

"Kalau itu saya ndak berani anu (komentar). Caranya orang cari rezeki kan beda-beda. Serba bingung saya di sini," ucapnya.

Meski begitu, ia mendukung langkah pemerintah menertibkan antrean dan penyaluran BBM. Upaya pengawasan tersebut dinilainya demi kebaikan bersama.

"Ya bagus kalau ditertibkan," imbuhnya.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads