Orang tua (ortu) siswa Sekolah Dasar (SD) di Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel) mengeluhkan program makan bergizi gratis (MBG) pada bulan Ramadan. Pasalnya menu makanan yang diberikan tidak memenuhi standar gizi, bahkan pisang dalam kondisi tak layak dikonsumsi.
Menum MBG itu dibagikan ke siswa SDN 10 Parepare pada Senin (23/2). Ortu salah satu siswa bernama Herman Madeali melayangkan protes usai melihat menu MBG yang dibawa anaknya pulang ke rumah.
"Langsung dikasih sekaligus ini katanya untuk tiga hari," kata Herman kepada detikSulsel, Kamis (26/2/2026).
Menurut Herman, menu MBG yang diterima anaknya sangat minim gizi. Dia menyebut makanan yang diterima anaknya berupa roti, susu kotak, kacang, telur, dan buah pisang.
"Selama tiga hari dia dikasih roti dua, pisang dua, susu kotak kecil dua, kacang dua, telur juga dua. Sama sekali tidak layak dan sangat merugikan anak kita," ujarnya.
Selain nilai gizi pada makanan tersebut, Herman juga menyoroti kondisi pisang yang diterima anaknya. Dia menyebut pisang itu tidak layak dimakan karena sudah busuk.
"Tidak dia makan pisangnya yang sudah bonyok," terangnya.
Dia pun menghitung anggaran yang digelontorkan pemerintah untuk setiap porsi menu MBG. Menurutnya, anggaran Rp 15 ribu per hari per siswa tidak sesuai dengan makanan yang diterima anaknya.
"Anggaran yang mestinya dia terima itu Rp 15 ribu per hari. Tapi nyatanya tidak sampai Rp 5 ribu per hari yang dia terima dengan menu seperti itu," bebernya.
Herman berharap pengelola MBG bisa lebih bertanggung jawab. Dia menegaskan, program ini seharusnya membantu siswa, bukan justru menjadi ajang mencari keuntungan dari hak anak-anak.
"Mestinya pengelola MBG harus amanah dalam mengelola anggaran tersebut dan betul-betul tepat sasaran. Tidak perlu ada MBG kalau cara kerjanya hanya begitu terus, Dinda," imbuhnya.
Wartawan detikSulsel telah berupaya mengkonfirmasi Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Parepare, Bagus Triantoro terkait menu MBG berisi pisang bonyok tersebut. Namun Bagus belum memberikan tanggapan.
(hsr/sar)