Eks Polisi Jadi Bandar Narkoba di Parepare Sudah 3 Kali Ditangkap

Eks Polisi Jadi Bandar Narkoba di Parepare Sudah 3 Kali Ditangkap

Muhclis Abduh - detikSulsel
Senin, 27 Mei 2024 18:13 WIB
Mantan polisi inisial AS yang jadi bandar narkoba ditangkap di Parepare.
Foto: Mantan polisi inisial AS yang jadi bandar narkoba ditangkap di Parepare. (Dok. Istimewa)
Parepare -

Polisi mengungkap mantan anggota polisi inisial AS di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), sudah 3 kali ditangkap terkait kasus narkoba. AS sebelumnya juga dipecat sebagai anggota polisi karena kasus narkoba.

"Dia sudah 3 kali ditangkap (terkait kasus narkoba) sampai dia dipecat (dari kepolisian)," kata Kasubdit 2 Ditresnarkoba Polda Sulsel AKBP Fajri Mustafa kepada detikSulsel, Senin (27/5/2024).

Namun Fajri mengaku belum mengetahui secara detail kapan tepatnya AS mulai menjadi bandar dalam kasus narkoba. Bisa saja, kata dia, saat di penjara dia menemukan jaringan besar kemudian menjadi bandar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menjalani, mengedarkan sejak keluar mungkin, atau saat di dalam (penjara)," terangnya.

Fajri menyebut AS dipecat dari kepolisian pada tahun 2018 lalu. Saat itu dia dipecat karena terbukti terlibat dalam kasus narkoba. Saat ditangkap di Parepare, Kamis (23/5), AS juga diketahui masih dalam status bebas bersyarat.

ADVERTISEMENT

"Dia dipecat tahun 2018 informasi yang kami dengar. Dan sebenarnya berdasarkan penelusuran kami dia masih bebas bersyarat," paparnya.

Fajri mengungkap polisi menerapkan Pasal 114 ayat 1 UU RI nomor 35 tahun tentang Narkotika terhadap AS. Ancaman hukumannya maksimal 20 tahun penjara.

"Pasal 114 ayat 1, dengan ancaman hukuman minimal 5 tahun, maksimal 20 tahun," paparnya.

Diberitakan sebelumnya, AS merupakan jaringan narkoba antar provinsi. Barang haram tersebut diperoleh dari Malaysia melalui Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara).

"Jaringan Malaysia-Kalimantan," kata Fajri Mustafa kepada detikSulsel, Senin (27/5).

Fajri mengungkap bahwa AS termasuk orang yang dipercaya oleh jaringan narkoba. Dia bahkan bisa mendapatkan barang haram seberat 2 kg dengan cukup membayar uang muka Rp 70 juta.

"(Tersangka AS) Begitu dipercayanya (oleh) jaringan Malaysia-Kalimantan. Dia DP Rp 70 juta dia sudah diberikan barang 2 kg," imbuhnya.




(asm/ata)

Hide Ads