Petugas gabungan dari Polri, BBN, dan TNI melakukan razia blok hunian hingga melakukan cek urine kepada beberapa warga binaan permasyarakatan (WBP) di Lembaga permasyarakatan (Lapas) kelas IIA Palopo, Sulawesi Selatan (Sulsel). Sebanyak 35 narapidana dilakukan tes urine dan sejumlah senjata tajam turut diamankan.
Pantauan detikSulsel, sidak dimulai dengan baris berbaris tim gabungan di area parkiran Lapas pada Senin (21/9/2026) malam. Kepala Lapas Palopo, Jose Quelo memimpin langsung sidak tersebut dan memberikan arahan sebelum razia dilakukan.
Tim gabungan kemudian masuk dan langsung memeriksa masing-masing blok yang ada. Di setiap bloknya, tim gabungan masing-masing mengambil 2-3 orang narapidana secara acak untuk dilakukan tes urine.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Setelah itu, para narapidana kemudian diarahkan kebagian ruang jenguk dan mengisi formulir. Setelah itu, satu persatu narapidana disuruh untuk mengambil urine.
"Sebanyak 35 narapidana kami pilih secara acak dari masing-masing blok dan melakukan tes urine terhadapnya, dan alhamdulillah semua hasilnya negatif," kata Kepala BNN Palopo, AKBP Herman kepada wartawan, Senin (21/9).
Selain tes urine, tim gabungan juga melakukan pemeriksaan barang-barang terlarang yang ada di dalam kamar tahanan. Dari hasil pemeriksaan, beberapa benda tajam, piring dan tali ditemukan di kamar narapidana.
"Kita lihat sendiri di depan kita saat ini, ada baterai, pisau dari sikat gigi, cermin, piring kaca, tali, dan barang terlarang kami sita," ucap Kepala Lapas, Jose.
Jose menambahkan, razia yang dilakukan saat ini merupakan kegiatan rutin yang dilakukan sipir Lapas Palopo. Dia menyebut, razia dilakukan untuk memastikan kenyamanan dan keamanan penghuni sel.
"Tentunya barang yang kami sita ini merupakan hal-hal yang dilarang dan dianggap bahaya dikarenakan mampu membahayakan sesama penghuni sel," tutupnya.
