Tawuran antarwarga Sapiria dan Borta pecah di kawasan pemakaman Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Polisi masih menyelidiki pemicu perang kelompok yang menggunakan batu dan busur panah ini.
"Masih sementara di dalami permasalahan awal mula terjadinya tawuran," kata Kapolsek Tallo AKP Asfada kepada detikSulsel, Minggu (25/10/2026).
Perang kelompok terjadi di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Islam Beroangin, Kecamatan Tallo, Minggu (25/10) siang. Polisi memastikan situasi di lokasi sudah kondusif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Untuk sementara kami melakukan identifikasi yang terlibat melalui informasi warga. Untuk situasi sudah kondusif," ujar AKP Asfada.
Sementara itu, warga setempat, Dg Naba (61) mengaku tawuran pecah selepas salat zuhur. Kedua kelompok yang bertikai menggunakan pekuburan sebagai arena perang kelompok.
"Tadi setelah salat Zuhur baku serang warga dari Sapiria dengan Borta. Iye, di sini pas kuburan baku serang, di kuburan TPU Islam Beroangin," jelasnya.
"Ada hampir satu jam karena lumayan lama, seandainya tidak datang cepat polisi, nanti ada polisi datang baru bubar," tambah Dg Naba.
Dg Naba belum mengetahui pemicu tawuran tersebut. Dia mengaku perang kelompok pecah setelah salah satu kubu berteriak untuk mengajak melakukan penyerangan.
"Sama-sama maju lempar pakai batu, ada busur juga, sama kayu. Tidak ada pakai parang. Itu biasa gara-gara sedikit saja langsung baku serang tapi cepat tadi polisi. Nda tahu kenapa langsung tiba-tiba ada dengar teriak baju serang," jelasnya.
