Kabut Asap Makassar, Appi Minta RS-Puskesmas Siagakan Stok Oksigen

Kabut Asap Makassar, Appi Minta RS-Puskesmas Siagakan Stok Oksigen

Muh. Izhar Attar Syach - detikSulsel
Rabu, 14 Okt 2026 18:30 WIB
Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menginstruksikan seluruh camat menggelar nonton bareng (nobar) babak delapan besar Piala Dunia 2026.
Foto: Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. (dok istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin alias Appi memastikan memantau perkembangan kabut asap yang menyelimuti Kota Makassar hingga mengakibatkan kualitas udara memburuk. Appi menegaskan masker gratis dibagikan bertahap ke warga dan tabung oksigen disiagakan di rumah sakit (RS) hingga puskesmas.

"Saya terus memantau perkembangan kabut asap di Makassar. Koordinasi lintas SKPD dan lintas instansi, termasuk dengan BMKG terkait kondisi cuaca, terus kita lakukan untuk mengikuti perkembangan situasi," kata Appi dalam keterangannya, Rabu (14/10/2026).

Appi menegaskan, saat ini langkah teknis dilakukan oleh Pemkot Makassar dengan melakukan pembagian masker di sekolah. Appi juga mengatensi potensi gangguan kesehatan akibat paparan partikel halus PM2.5 yang dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dinas Kesehatan (Dinkes) Makassar bersama seluruh puskesmas diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kenaikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Seluruh puskesmas pun diminta mengantisipasi.

"Selain memperkuat pemantauan kondisi kesehatan warga, RSUD dan puskesmas juga saya minta memastikan kesiapan stok oksigen medis sebagai langkah antisipasi," imbuh Appi.

ADVERTISEMENT

Perlindungan terhadap anak-anak di Sekolah juga menjadi perhatian Pemkot Makassar. Appi meminta Dinas Pendidikan tetap siaga dan menyiapkan langkah antisipasi apabila kualitas udara terus memburuk.

Jika kabut asap status berbahaya, maka Pemkot Makassar akan mempertimbangkan penerapan pembelajaran jarak jauh (PJJ) atau sekolah daring. Hal ini untuk mengurangi risiko paparan polusi udara terhadap siswa.

"Kita menunggu status dari pemantauan seperti apa. Jika kategori berbahaya, maka kebijakan kita ambil sesuaikan dengan tingkat risiko di lapangan," tutup Appi.

Persoalan ini pun sudah dibahas dalam rapat yang berlangsung di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (14/10). Sekda Makassar Andi Zulkifly Nanda mengatakan, rapat itu atas instruksi langsung Wali Kota Makassar Appi.

"Ini merupakan instruksi langsung dari bapak wali kota Makassar agar kita segera melaksanakan rapat bersama SKPD dan unsur terkait, termasuk menggandeng BMKG, untuk melihat sejauh mana pencemaran udara yang terjadi di Kota Makassar," ujar Zulkifly.

Dia menjelaskan, langkah pertama yang dilakukan adalah memastikan kondisi kualitas udara berdasarkan data dan hasil pemantauan BMKG. Dari hasil koordinasi tersebut, BMKG menyampaikan bahwa kualitas udara Makassar berada dalam kategori sangat tidak sehat selama dua hari terakhir.

"Karena itu, pemerintah kota segera menyiapkan langkah antisipasi untuk melindungi masyarakat," tuturnya.

Berdasarkan penjelasan BMKG dalam rapat koordinasi, pencemaran udara di Makassar diduga sebagian besar dipengaruhi kiriman asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) dari sejumlah wilayah. Sumber asap juga dipicu kebakaran hutan di kabupaten tetangga, serta sejumlah kebakaran di provinsi lain.

"Jadi, sumbernya bisa kita katakan sebagian besar merupakan kiriman. Walaupun di Kota Makassar sendiri juga terdapat polusi udara akibat banyaknya kendaraan yang berlalu-lalang. Aktivitas transportasi ini turut menambah pencemaran," jelasnya.

Dari sisi kesehatan, Zulkifly memastikan belum terdapat peningkatan kasus ISPA yang signifikan di puskesmas. Namun pemerintah tetap mewaspadai risiko kesehatan apabila kondisi pencemaran berlangsung dalam waktu lama.

"Kalau kondisi ini berkepanjangan, tentu ada potensi kedaruratan medis. Namun, berdasarkan masukan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan BMKG, saat ini belum terjadi kondisi yang mengharuskan sekolah diliburkan," katanya.

Selain langkah pencegahan langsung, Pemkot Makassar juga menyiapkan penguatan penyampaian informasi kualitas udara kepada masyarakat melalui aplikasi Lontara. Diskominfo diminta bekerja sama dengan BMKG dan Dinas Lingkungan Hidup untuk menyajikan pembaruan hasil pengukuran kualitas udara setiap hari melalui platform tersebut.

"Ini sangat penting diketahui masyarakat. Dengan melihat status dan ukuran kualitas udara, masyarakat bisa mengetahui kondisi yang sedang terjadi sehingga dapat menyesuaikan aktivitasnya," pungkasnya.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads