Heboh di media sosial sebuah tempat hiburan malam (THM) digeruduk massa demonstrasi di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Massa berunjuk rasa usai menduga lokasi tersebut menjadi tempat pesta lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT).
Peristiwa itu terjadi di THM MYE Lounge, Jalan Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (3/10) malam hari. Polisi yang menerima laporan pun turun ke lokasi melakukan pengamanan.
"Itu kan protes masalah LGBT, jadi disampaikan ada yang mau demo. Nah, mengantisipasi adanya demo maka koordinasi anggota ke sana sebelum ada massa aksi," kata Kasi Humas Polsek Tamalate Iptu Haeruddin kepada detikSulsel, Minggu (4/10/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Unjuk rasa digelar massa organisasi kepemudaan yang tergabung dalam Makassar Tidak Kendor (Matador). Haeruddin menuturkan, polisi hanya mengamankan massa di lokasi.
"Kalau kita pihak kepolisian hanya mengamankan, karena dalam aturan itu tidak ada demo kalau malam," ungkapnya.
Haeruddin belum memastikan bentuk kegiatan diduga praktik LGBT di dalam THM tersebut. Dia berdalih aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Kepolisian belum mendapat kepastian informasi terkait dugaan aktivitas LGBT di THM. Pihaknya memastikan akan melakukan koordinasi untuk menelusuri dugaan tersebut.
"Belum ditahu, makanya itu saya bilang hari Senin (5/10) pi (ditelusuri lebih lanjut) karena hari kantor saya mau koordinasi, tapi kan sudah viral duluan," tambah Haeruddin.
Informasi yang dihimpun Polsek Tamalate, massa menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksinya. Salah satunya mendesak izin operasional THM dicabut jika terbukti melanggar aturan dan normal berlaku.
Pemprov Sulsel dan Pemkot Makassar pun diminta mengusut pihak yang diduga terlibat dalam praktik LGBT. Massa juga mendesak pemerintah agar menjamin Makassar menjadi kota yang berada, aman dan bebas dari praktik maksiat.
Diketahui, aksi massa yang melakukan unjuk rasa terekam kamera hingga videonya viral di media sosial. Dari video beredar, massa tiba di depan THM sambil menggeber-geber motor. Aksi ini dinarasikan soal adanya private party ulang tahun waria di lokasi.
Massa pun dari motor lalu menyampaikan tuntutan secara bergantian saat polisi melakukan pengamanan di depan pintu THM. Aksi saling dorong sempat terjadi antara massa aksi dengan pihak yang diduga petugas keamanan dari THM.
