Selebgram Makassar Karaeng Wawang menuai sorotan usai menggelar fashion show untuk sejumlah wanita pria (waria). Namun, dia berdalih fashion show itu bukan untuk mengampanyekan lesbian, gay, biseksual, dan transgender (LGBT).
Fashion show itu mulanya disoroti oleh Pemuda Muhammadiyah Makassar lantaran diduga sebagai bentuk normalisasi dan kampanye penyimpangan orientasi seksual dan identitas gender. Pemkot Makassar diminta segera menuntaskan peraturan daerah (Perda) larangan perilaku LGBT.
"Kalau ini tidak ditindak secara tegas dan tepat, akan menimbulkan konflik sosial yang dapat memicu gerakan penggalangan massa dan penghakiman massal oleh masyarakat tanpa melalui aparat penegak hukum," kata Sekretaris Pemuda Muhammadiyah Kota Makassar, Muhammad Akbar Supriadi dalam keterangannya, Kamis (1/10).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia meminta Pemerintah mengambil langkah tegas dengan melaksanakan Peraturan Presiden Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara Tahun 2025-2029 oleh Presiden Prabowo Subianto sebagai bentuk implementasi dari salah satu misi abadi tujuan bangsa, yakni melindungi segenap Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia.
"Dalam Perpres tersebut jelas disebutkan, bahwa penyebaran budaya LGBTQ menjadi salah satu bentuk Ancaman Nonmiliter yang berupa usaha atau kegiatan tanpa bersenjata yang membahayakan dan mengancam kedaulatan negara, keutuhan wilayah, dan keselamatan bangsa yang berdimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya," jelas Akbar.
Dia menjelaskan dalam Perpres Nomor 111 Tahun 2025 juga dijelaskan agar Kementrian dan Lembaga terkait serta Pemerintah Daerah setempat sebagai unsur stakeholder pelaksana. Maka dari itu, dia mendorong Pemerintah Kota Makassar segera menyelesaikan Perda tentang larangan LGBT sehingga menjadi legacy yang mampu menyelamatkan masyarakat dari bentuk penyimpangan orientasi seksual dan identitas gender.
"Kami menaruh harapan besar agar Kota Makassar menjadi Kabupaten/Kota pertama yang membuat Perda tersebut. Karena jauh sebelum Perpres ini muncul, Walikota Makassar Munafri Arifuddin telah menaruh perhatian terhadap isu larangan LGBT dan mendorong agar dibuatkan Peraturan Daerah," jelasnya.
Karaeng Wawang Ngaku Gelar Fashion Show dalam Rangka HUT
Selebgram Karaeng Wawang belakangan mengklarifikasi melalui akun media sosial pribadinya. Dia mengatakan pesta itu sejak awal diperuntukkan bagi teman dekat, keluarga, dan orang-orang yang dipilihnya untuk hadir.
"Sejak awal, konsep ulang tahun saya merupakan private birthday party yang diperuntukkan bagi close friends, keluarga, serta orang-orang yang saya pilih untuk hadir dalam momen pribadi tersebut," katanya dalam video klarifikasi dikutip detikSulsel.
Dia menjelaskan pesta ulang tahun tersebut merupakan bentuk self-reward sekaligus ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT. Menurutnya, acara itu juga menjadi bentuk apresiasi terhadap dirinya setelah melewati berbagai proses kehidupan.
"Saya perlu menegaskan bahwa tidak pernah ada konsep, agenda, ataupun maksud untuk mempertontonkan 'aksi LGBT' sebagaimana yang diberitakan," tegasnya.
Dia juga menjelaskan soal fashion show yang menjadi sorotan dalam acara tersebut. Dia menyebut fashion show merupakan bagian dari pemberian apresiasi Best Costume kepada tamu yang telah mempersiapkan penampilannya.
"Fashion show tersebut murni merupakan hiburan dan apresiasi terhadap tamu undangan, tanpa maksud, simbol, ataupun agenda yang mengarah pada apa yang kemudian dituduhkan dalam pemberitaan," ujarnya.
Dia mengatakan kegiatan perayaan ulang tahun seperti itu bukan hal baru baginya. Dia mengaku setiap tahun merayakan pertambahan usia sebagai bentuk self-reward dan rasa syukur kepada Allah SWT.
Dalam acara tersebut, kata dia, hadir sejumlah orang dari berbagai kalangan yang menjadi bagian dari kehidupan dan perjalanan profesionalnya. Mereka antara lain relasi, owner dan pengusaha, influencer, founder travel umrah, keluarga, serta kerabat dekat.
"Saya menghargai kritik, tetapi saya tidak dapat membenarkan fitnah, penggiringan opini, maupun pemberitaan yang tidak didasarkan pada fakta. Saya tidak ingin membalas keburukan dengan keburukan," imbuhnya.
Dia berharap klarifikasi tersebut dapat menghentikan kesalahpahaman yang berkembang di masyarakat. Dia juga menyampaikan permohonan maaf kepada vendor, partner, teman, keluarga, dan seluruh pihak yang terlibat dalam acara atas ketidaknyamanan yang terjadi.
