LPG 3 Kg Mulai Langka, Walkot Makassar Minta Pangkalan Diperiksa

Tim detikSulsel - detikSulsel
Selasa, 15 Sep 2026 11:11 WIB
Foto: Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. (Dokumen Istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin mendesak pangkalan tabung gas diselidiki imbas kelangkaan LPG 3 kilogram (kg) yang mulai dikeluhkan warga. Appi meminta PT Pertamina memastikan stok dan mengawasi distribusi gas bersubsidi tersebut.

"Gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus tersedia dan mudah diperoleh oleh warga yang memang berhak menerima subsidi. Jadi, kita berharap pihak Pertamina memastikan ketersediaan," tegas Appi dalam keterangannya, Selasa (15/6/2026).

Appi menganggap, kelangkaan elpiji tidak boleh hanya dilihat dari sisi ketersediaan barang. Distribusi di tingkat pangkalan resmi juga perlu diatensi agar distribusi tepat sasaran dan harga sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET).

"Harus ada surat edaran atau apa yang menegaskan bahwa penggunaan LPG ini memang sudah ada aturan yang diatur, digunakan kepada masyarakat yang berhak. Jangan dipakai kepada orang yang tidak berhak," tutur Appi.

Appi pun mendesak PT Pertamina segera turun ke lapangan dan melakukan investigasi total terhadap pangkalan-pangkalan LPG 3 kg. Hal ini untuk mencegah terjadinya penyimpangan dalam proses distribusi.

"Karena apa? Karena ini ada subsidi di dalamnya, ada haknya orang yang harus diberikan kepada mereka," tegas Appi.

Appi mengaku persoalan ini sudah dibahas Bersama Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman dan Pertamina. Dia meminta penanganan tabung gas subsidi membutuhkan kerja sama dan pengawasan yang kuat.

"Ini memang butuh Satgas yang sangat kuat, secara komprehensif, secara bersama-sama untuk memastikan ketersediaan bagi kebutuhan masyarakat," katanya.

"Karena ini menjadi kebutuhan dasar yang setiap hari. Ketika ada yang salah di dalam proses itu sangat berdampak pada kehidupan masyarakat," sambung Appi.

Appi memastikan Pemkot Makassar terus mendorong agar kebutuhan energi dasar masyarakat dapat terpenuhi. Dia menekankan tata kelola distribusi harus berjalan sesuai ketentuan.

"Yang penting agar LPG 3 kg yang merupakan bersubsidi, tidak mengalami kelangkaan akibat persoalan distribusi maupun penyaluran yang tidak tepat sasaran," harap Appi.

Warga Antre Berjam-jam Beli LPG 3 Kg

Diketahui, antrean pembelian gas LGP 3 kg sempat terjadi di sebuah warung Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (14/9). Warga sampai menunggu berjam-jam agar bisa mendapatkan elpiji di agen gas elpiji subsidi.

"Ini yang antre banyak yang dari luar, maksudnya yang tinggal jauh dari sini," ujar salah satu warga setempat, Arizka kepada detikSulsel saat ditemui di lokasi.

Tabung elpiji dijual dengan harga di harga Rp 19 ribu yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal inilah yang dinilai memicu antrean LPG 3 kg di lokasi cukup padat.

"Di sini hanya jual Rp 19 ribu, ini bagusnya di sini kalau yang lain Rp 25 sampai Rp 30 ribu," beber Arizka.

Selang beberapa waktu, stok elpiji di warung tersebut habis. Sejumlah warga yang masih antre kecewa karena tidak kebagian.

"Habis, karena dari jam 7 tadi orang antre dari 100 (tabung gas elpiji 3 kg)," jelasnya.



Simak Video "Melihat Peti Mati Berjejer dan Tengkorak di Dalam Goa Londa, Tana Toraja "

(sar/sar)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork