Warga di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), mesti mengantre berjam-jam demi mendapatkan gas elpiji 3 kilogram (kg). Harga tabung gas melon tersebut dijual dengan harga Rp 19 ribu.
Pantauan detikSulsel Jalan AP Pettarani, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Senin (14/9/2026) sekitar 13.54 Wita, warga berdiri mengantre di depan warung agen gas elpiji 3 kg. Mereka membawa tabung gas untuk menunggu giliran dilayani.
Antrean sampai mengular di badan jalan. Beberapa orang lainnya tampak membawa dua tabung gas. Mereka yang antre di pinggir jalan sesekali melihat ke dalam warung.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini yang antre banyak yang dari luar, maksudnya yang tinggal jauh dari sini," ujar salah satu warga setempat, Arizka kepada detikSulsel saat ditemui di lokasi.
Dia menyebut agen yang menjual gas elpiji 3 kg itu memiliki stok sebanyak 100 tabung per hari. Masyarakat yang antre mulai sejak pagi hingga siang hari.
"Ini dari pagi orang antre sampai sekarang. Ini tinggal sedikit mami tapi masih panjang orang antre, karena dari pagi tadi ini," jelasnya.
Tabung elpiji dijual dengan harga di harga Rp 19 ribu yang sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET). Hal inilah yang dinilai memicu antrean LPG 3 kg di lokasi cukup padat.
"Di sini hanya jual Rp 19 ribu, ini bagusnya di sini kalau yang lain Rp 25 sampai Rp 30 ribu," beber Arizka.
"Coba ke tempat lain Rp 20 ribu lebih, di sini saja yang sampingnya ini warung Rp 23 ribu na jual, di sana Rp 25 ribu," beber tambahnya.
Dia menegaskan, setiap warga dibatasi hanya boleh satu elpiji. Hal itu sudah menjadi aturan agen gas di warung tersebut.
"Satu orang satu tabung nda boleh lebih dari itu, iya supaya dapat semua. Saya juga satu kudapat baru selesai antre tadi," bebernya.
Dia menepis adanya dugaan kelangkaan karena stok gas elpiji 3 kg dinilai masih ditemukan. Namun harganya yang cukup tinggi.
"Bukan masalah langka cuma mahal, kan kalau di sini murah karena Rp 19 ribu, di tempat lain itu ada tapi mahal," imbuh Arizka.
Selang beberapa waktu, stok elpiji di warung tersebut habis. Sejumlah warga yang masih antre tampak kecewa sambil meninggalkan lokasi.
"Habis, karena dari jam 7 tadi orang antre dari 100 (tabung gas elpiji 3 kg)," jelasnya.
