Angin kencang menerjang kawasan Sudiang Raya, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut fenomena tersebut sebagai angin lokal atau pergerakan udara dalam skala kecil.
Camat Biringkanaya, Mahar mengatakan peristiwa itu tepatnya di Jalan Pajjaiang, Sudiang Raya, Kecamatan Biringkanaya, pada Jumat (11/9/2026) siang. Peristiwa itu tidak berlangsung lama.
"Itu di Jalan Pajjaiang dekat GOR Sudiang cuma di lokasi disitu kejadiannya. Itu fenomena angin begitu kan biasa terjadi di musim kemarau. Tapi tidak meluas paling satu titik di situ ji," kata Mahar kepada detikSulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mahar memastikan peristiwa itu tidak menimbulkan kerusakan pada bangunan di lokasi. Selain itu, dia juga tidak menerima laporan adanya korban luka.
"Tidak ada yang terdampak, sudah aman. (tadi pas kejadian) Saya lagi rapat di Sekda," ucapnya.
Sementara itu, Prakirawan BMKG Wilayah IV Makassar, Farid mengaku pihaknya memonitor peristiwa itu. Dia menyebut angin kencang kerap terjadi di wilayah sekitar Sudiang.
"Kami dapat juga beritanya, memang beberapa hari terakhir terlihat daerah sekitarnya juga terjadi angin kencang," katanya.
Dia menyebut itu sebagai fenomena angin lokal karena terjadi dalam lingkup kecil. Menurutnya, angin kencang itu akan terjadi selama puncak musim kemarau.
"Karna fenomenanya sangat lokal dan sempit, bisa terjadi di mana saja. Kemungkinan terjadi bisa selama puncak musim kemarau ini," ujarnya.
Ia menjelaskan fenomena itu terjadi karena adanya kekuatan angin dengan intensitas tinggi dari arah laut. Kemudian bersamaan dengan suhu panas di darat sehingga terjadi angin kencang pada skala kecil di wilayah tertentu.
"Kalau lihat dari arah anginnya dari barat artinya dari laut, saat ini terjadi pemanasan yang sangat kuat di darat, sehingga menyebabkan angin dari laut bisa masuk dengan sangat kuat tergantung dari selisih tekanan yang sangat besar antara di laut dan daratnya," jelasnya.
BMKG Wilayah IV Makassar mencatat angin kencang terjadi sejak 9 September dengan kecepatan 40 km per jam. Kekuatan angin tersebut sudah terbilang kuat.
"Tanggal 10 dan 9 dari alat kecepatan angin kami di bandara mencatat angin kencang yang sesaat terjadi. Kecepatannya hingga 20 knot atau sekitar 40 km/jam. Itu sudah cukup kuat anginnya," paparnya.
Farid mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan menghindari pohon hingga bangunan mudah rapuh. Dia juga berharap agar masyarakat tetap memantau perkembangan informasi melalui sumber terpercaya.
"Menyarankan masyarakat untuk menghindari pohon, papan reklame, maupun bangunan yang rapuh ketika terjadi angin kencang," imbuhnya.
Dalam video beredar, tampak angin bertiup kencang di Jalan Pajjaiang Sudiang hingga ranting pohon bergoyong. Sampah dan dedaunan juga beterbangan.
Sementara pengendara motor tampak berhenti saat angin bertiup kencang. Pedagang kaki lima (PKL) di pinggir jalan berusaha menahan payung lapaknya agar tidak terbang.
