Cerita Warga Makassar Antre BBM di SPBU Berjam-jam: Tak Panik, Isi Kebutuhan

Cerita Warga Makassar Antre BBM di SPBU Berjam-jam: Tak Panik, Isi Kebutuhan

Fadli Ilham - detikSulsel
Jumat, 11 Sep 2026 15:30 WIB
Antrean kendaraan di SPBU Jalan Pengayoman Makassar.
Antrean kendaraan di SPBU Jalan Pengayoman Makassar. Foto: (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Antrean panjang di sejumlah SPBU Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) masih terjadi dan mengular hingga ke badan jalan. Warga mengaku antre bukan karena panic buying tapi lantaran ingin mengisi kebutuhan BBM kendaraan yang sudah habis.

Pantauan detikSulsel di SPBU Pengayoman, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 11.03 Wita, antrean terjadi baik motor maupun mobil. Terlihat 5 petugas kepolisian berada di depan SPBU mengatur arus lalu lintas.

Tak hanya itu, mereka turut mengarahkan kendaraan yang ikut mengantre. Sedangkan 2 orang dari personel TNI berada di dalam SPBU Pengayoman mengatur langsung kendaraan mobil yang hendak masuk jalur pengisian BBM.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Salah satu pengendara, Dg Naba mengaku ikut antre karena murni kehabisan bensin. Dia khawatir melanjutkan perjalanan dan motornya mogok di tengah jalan.

"Saya tidakji, tidak panik saya, cuma untuk isi kebutuhan," kata Dg Naba kepada detikSulsel di lokasi.

ADVERTISEMENT

Dg Naba lantas memperlihatkan kondisi BBM motornya yang sudah menipis. Dia sekali lagi menegaskan datang ke SPBU karena hanya untuk memenuhi kebutuhan BBM kendaraannya.

"Bukanlah, ini saja tinggal sedikit. Tapi tidak tahu kenapa bisa antre begini, bukan panik ini," ujarnya.

Pengendara motor lainnya, Saldi juga menyampaikan alasan ikut mengantre karena memang kehabisan bensin. Dirinya menampik jika disebut panic buying.

"Bukan, ini karena memang habis, ini sudah merah. Jadi karena memang habis. Yang jelas bukan karena panik, tapi habis," kata Saldi.

Pria asal Kabupaten Selayar itu menyampaikan kondisi seperti ini sudah terjadi satu pekan yang lalu di daerahnya. Bahkan di Selayar untuk penjualan eceran sudah tembus Rp 30 ribu per liter.

"Kalau di Selayar itu saya rasakan sudah 1 minggu yang lalu. Saya kan dari Selayar, kemarin baru tiba di Makassar. Di Selayar lebih parah lagi. Kadang kalau ada yang jual botolan itu pun sudah mahal, Rp 30 ribu satu liter," ucapnya.

Hal senada juga disampaikan pengendara motor bernama Rifqi. Ia mengatakan tidak wajar jika pengendara motor disebut panic buying dengan kondisi antrean sepanjang ini.

"Saya rasa bukan, kalau panik ini sepeda motor tidak sampai begini antreannya. Kalau mobil mungkin, karena kan banyak tampungannya untuk diisi. Kalau motor kan kebutuhan hari-hari 4 sampai 5 liter," ucapnya.

Ia mengungkapkan fenomena antrean BBM ini terjadi karena puncak dari akumulasi pembatasan BBM kurang lebih 4 hari lalu. Dirinya menegaskan kondisi ini tidak mungkin terjadi kalau sebelumnya tidak dibatasi.

"Saya lihat ini masalahnya karena akumulasi dari 4 hari ini saya rasa mereka menunggu, karena sebelumnya dibatasi," ungkapnya.



(asm/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads