Petugas Keamanan Pasar Pabaeng-baeng Diduga Lalai Saat 37 Kios Terbakar

Fadli Ilham - detikSulsel
Rabu, 02 Sep 2026 18:01 WIB
Foto: Kebakaran menghanguskan 37 kios dan los pedagang Pasar Pa'baeng-baeng Makassar. (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 37 kios dan los pedagang hangus terbakar di Pasar Pa'baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Kinerja petugas keamanan pasar pun disorot usai diduga lalai tidak melakukan penjagaan saat kebakaran.

Salah satu pemilik kios, Abdul Kahar (40) mempertanyakan pengamanan dari petugas keamanan dari Perumda (PD) Pasar Makassar Raya. Dia menduga tidak ada petugas yang berjaga sehingga kebakaran lambat diinformasikan dan ditangani.

"Jadi ini pengamanan sif malam PD Pasar kenapa bisa lolos ini sampai terjadi kebakaran, itu yang jadi persoalan," ucap Abdul kepada detikSulsel di lokasi kebakaran, Rabu (2/9/2026).

Abdul kecewa lantaran sudah membayar retribusi untuk pengamanan namun pengawasan dianggap minim. Menurutnya, kebakaran bisa ditangani lebih cepat jika ada petugas yang berjaga.

"Kita sesalkan juga karena kita kan bayar uang keamanan. Keamanan bukan hanya hal-hal pencurian dan sebagainya. Tapi keamanan seperti ini juga patut untuk kepala pasar tahu, lebih awal mencegah," tegasnya.

"Kalau seperti ini kan kita sia-sia bayar keamanan, bayar Rp 600 per tahun kemudian per hari itu Rp 10 ribu. Kalau setahu saya itu sekitar tiga orang yang bertugas di sini menjaga keamanan di pasar," ungkap Abdul.

Abdul mengaku tidak mengetahui petugas saat kebakaran itu terjadi. Menurutnya, meski kebakaran sebagai musibah tapi setidaknya ada upaya pencegahan lebih dini kalau petugas masif lakukan pengamanan.

"Ini saya nda tahu dia (petugas keamanan) dimana waktu kebakaran, dia dimana saya belum dapat informasi. Saya harap kalau sif malam yang jaga pasar lebih ketat lagi dalam penjaganya karena ini sudah masuk kecolongan," ucap dia.

Kebakaran yang menghanguskan kios membuatnya mengalami kerugian hingga Rp 70 juta. Dia berharap ada bantuan dari pemerintah atas dampak kebakaran di Pasar Pa'baeng-baeng.

"Ini kurang lebih Rp 70 juta karena barang jualan ada pakaian sekolah, baju, perlengkapan baju dalam. Harapannya ini kalau bisa segera diperbaiki secepatnya karena ini mata pencaharian kami," jelasnya.

Senada, Lurah Pa'Baeng-Baeng, Ibar Darmadi juga menduga ada kelalaian dari petugas keamanan sebagaimana dikeluhkan pedagang. Dia berharap kejadian ini menjadi evaluasi.

"Saya pikir ini ada sedikit kelalaian daripada petugas keamanan yang melakukan penjagaan di area pasar. Jadi harapan kami kedepan ini dibuat semacam sif-sif terhadap petugas keamanan di Pasar Pa'bangen-baeng," ucap Ibar Darmadi.

Ibar Darmadi menyinggung biaya retribusi keamanan yang sudah dibayarkan pedagang. Dia berharap retribusi itu untuk memaksimalkan pengawasan di area pasar.

"Jadi ke depan itu meminimalisir supaya tidak ada kekosongan dalam 24 jam di dalam area pasar. Memang betul kecemasan dari pedagang karena dia sudah membayar retribusi keamanan," jelasnya.

Terpisah, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief menepis ada kecolongan dari petugas keamanan. Dia berdalih kebakaran di Pasar Pa'baeng-baeng merupakan musibah.

"Tidak ada (kecolongan), ini kan namanya musibah kalau musibah kita harus jaga psikologis. Narasi yang ada nda boleh negatif harus positif semua sehingga trauma ini bisa selesai," ujarnya.

Ali menjelaskan tugas keamanan di Pasar Pa'bangen-baeng tetap sesuai SOP. Dia menegaskan pengamanan harus betul-betul diperhatikan.

"Kalau petugas keamanan 2 orang setiap malam jaga, dia 12 jam kerja mulai dari malam jam 8 sampai jam 8 pagi," jelasnya.

Diketahui, kebakaran terjadi di pasar Pa'bangen-baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (2/9) sekitar pukul 03.30 Wita. Penyebab kebakaran belum diketahui.



Simak Video "Video: Kecaman PBB Atas Penembakan di Masjid AS yang Tewaskan 3 Orang"

(sar/ata)
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork