Jumlah kios dan los yang terbakar saat kebakaran di Pasar Pa'baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), bertambah menjadi 37 unit. Perumda (PD) Pasar Makassar Raya akan melakukan penataan dalam waktu dekat.
"Pagi tadi kami meninjau lokasi kebakaran dan teridentifikasi ada 37 petak los maupun pelataran dan kios kecil," ujar Lurah Pa'Baeng-Baeng, Ibardarmadi kepada detikSulsel, Rabu (2/9/2026).
Kios dan los yang terdampak memiliki tingkat kerusakan bervariasi. Dia memastikan tidak ada korban dalam kebakaran kios dan los pedagang.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"37 itu yang toko depan ada 7 petak kemudian kios 6 petak kemudian los 2 petak dan pelataran 22 petak dengan jumlah 37 petak," jelasnya.
Saat ini petugas kebersihan dari PD Pasar dan Satgas Kecamatan Tamalate melakukan pembersihan di lokasi kebakaran. Material sisa akibat kebakaran akan dibawa ke TPA Antang.
"Petugas kebersihan dari PD Pasar sendiri itu telah melakukan pembersihan di lokasi kebakaran, dan satgas dari kecamatan akan membantu untuk mengangkut material-material yang akan dibuang ke TPA," paparnya.
Sementara itu, Direktur Utama PD Pasar Makassar Raya, Ali Gauli Arief mengatakan, pihaknya akan melakukan perbaikan kios pedagang terdampak kebakaran. Pihaknya juga turun memberikan pendampingan psikologi terhadap pedagang terdampak.
"Saat ini kami lakukan semua perbaikan agar pedagang bisa kembali lagi berdagang dan secara psikologi trauma kebakaran hilang," ujar Ali.
Saat ini pihaknya fokus melakukan pembersihan sebagai langkah awal melakukan penataan. Dia menargetkan pembersihan berlangsung hingga Jumat mendatang.
"Kami hari ini sampai hari Jumat akan turun lakukan kerja bakti pembersihan di semua akibat dari dampak yang ada," ujarnya.
Diketahui, kebakaran terjadi di pasar Pa'bangen-baeng, Kecamatan Tamalate, Makassar, Rabu (2/9) sekitar pukul 03.30 Wita. Penyebab kebakaran belum diketahui.
"Jadi sementara belum diketahui (penyebab kebakaran) sementara masih dalam penyelidikan dari pihak kepolisian," kata Komandan Kompi 3 Damkarmat Makassar Sudirman kepada wartawan.
