Serikat Pekerja menyoroti dugaan perbedaan pelayanan di Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Paramount, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) usai meninggalnya bayi yang merupakan cucu anggota DPR RI Taufan Pawe (TP). Serikat Pekerja mendesak Dinas Kesehatan dan lembaga terkait melakukan audit eksternal di RSIA Paramount.
Desakan itu disampaikan Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Makassar saat unjuk rasa di Kantor DPRD Makassar, Senin (24/8/2026). Korim Masa Aksi, Irham Topo menyampaikan sejumlah tuntutan dalam aksi tersebut, di antaranya pelayanan di RSIA Paramount.
"Soal kesehatan terkait kasus RS Paramount atas dugaan perbedaan pelayanan. Itu kan kita masih mengedepankan praduga tak bersalah, menurut orang tua kan ada perbedaan layanan. Ini yang kita dorong supaya tidak saling menyalahkan," kata Irham kepada detikSulsel.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengatakan pihaknya mendorong agar Dinas Kesehatan hingga asosiasi rumah sakit melakukan audit ke RSIA Paramount Makassar. Hal ini untuk mengungkap dugaan kelalaian hingga perbedaan pelayanan terhadap warga dan pejabat.
"Dibutuhkan memang audit eksternal melibatkan organisasi profesi dan lembaga-lembaga profesional. Sehingga kita dorong ini DPRD, Dinas Kesehatan dan asosiasi rumah sakit swasta dan para pemeriksa rumah sakit untuk kemudian mengaudit secara eksternal," bebernya.
Menurutnya, audit internal yang dilakukan pihak RSIA Paramount tidak cukup. Dibutuhkan audit eksternal dari pihak berwenang yang dapat dipercaya mengungkap kasus tersebut.
"Sekalipun RS Paramount ini sudah lakukan audit internal tapi kan tidak akan berimbang jika tidak ada tim eksternal. Yang namanya RS sekalipun sudah melakukan audit tidak mungkin mau kasi rusak namanya," paparnya.
Irham menuturkan desakan itu telah disampaikan ke anggota DPRD Makassar yang ditemui saat aksi. KSPSI kemudiandiminta untuk memasukan surat terkait poin yang akan dilakukan rapat dengar pendapat (RDP).
"Jadi tadi sudah sampaikan termasuk itu juga (RS Paramount) jadi nanti diundang Dinas Kesehatan dan asosiasi rumah sakit swasta, lembaga eksternal apakah betul terjadi pengabaian. Tadi DPRD itu menyuruh kita untuk masukkan surat apa yang menjadi poin-poin RDP nanti," jelasnya.
Diketahui, bayi yang meninggal merupakan anak dari pasangan anggota DPRD Kota Parepare Muhammad Ilhamsyah Taufan dan istrinya, Nura Adiva Paradiba. Sementara Ilhamsyah merupakan putra dari Taufan Pawe.
Bayi itu dilahirkan melalui persalinan caesar di RSIA Paramount Makassar, Senin (10/8). Setelah tiga hari dalam masa perawatan, fisik bayi mengalami perubahan.
"Bagian bibir (bayi) membiru. Artinya adalah perubahan fisik, ada semua gambar visualnya dari anak itu lahir, hari kedua, hari ketiga," beber kuasa hukum keluarga, Hasnan Hasbi kepada detikSulsel, Sabtu (22/8).
Orang tua bayi sempat menyampaikan keluhan atas kondisi anaknya. Namun perawat RS disebut tidak memberikan Tindakan berarti dan hanya merekomendasikan agar sang bayi diberi ASI.
"Iya (tidak ditindaki), dari keluhan-keluhan ibunya dan bapaknya pasien bayi. Iya dikeluhkan oleh keluarga pasien ke perawat, (tetapi) hanya disampaikan oleh perawat, 'kasih ki ASI'," ucapnya.
Bayi pun dilaporkan meninggal dunia pada Kamis (13/8). Cucu Taufan Pawe meninggal sebelum sempat dibawa pulang dari rumah sakit.
"Hari ketiga setelah lahir (meninggal dunia), kalau tidak salah 13 Agustus, waktu sudah ada persetujuan untuk dipulangkan," ucap Hasnan.
Dugaan kelalaian atas pelayanan RS pun mengemuka. Kendati begitu, pihak keluarga belum memutuskan menempuh proses hukum lantaran menunggu RSIA Paramount melakukan audit medik internal.
"Makanya saya menghormati proses yang sedang berjalan di internal (RSIA) Paramount dengan melibatkan Ikatan Dokter Anak Indonesia maupun IDI Kota Makassar. Kita lihatlah nanti hasilnya seperti apa," jelas Hasnan.
