Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Pengelolaan Kawasan CPI Makassar bakal melakukan pengecatan dan pemasangan lampu di sekitar jembatan CPI. Langkah ini dilakukan untuk mencegah aksi vandalisme kembali terjadi.
Kepala UPTD Kawasan CPI Makassar Andi Amiduddin Sakawana mengatakan aksi vandalisme di fasilitas umum itu akan segera dibersihkan. Sebelumnya petugas Satpol PP telah berkoordinasi untuk pemeliharaan setelah aksi vandalisme oleh pihak tidak bertanggung jawab.
"Adapun kalau memang yang kemarin kita konfirmasi aksi vandalisme, nanti akan dilakukan pemeliharaan seperti yang disampaikan Satpol, betul mau tidak mau," ucap Amiduddin kepada detikSulsel, Jumat (21/8/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia menyampaikan, dalam waktu dekat pihaknya bakal melakukan kontrak pemeliharaan fasilitas umum (fasum) di kawasan CPI Makassar. Khusus pagar jembatan yang dicoret, akan dilakukan pengecatan kembali.
"Dan itu adalah fasum. Kapan pemeliharaannya, insyaallah secepatnya setelah kontrak dengan pihak pemeliharaan. Akan kami lakukan pemeliharaan pengecatan supaya tetap bagus lagi," jelasnya.
Khusus untuk jembatan sekitar Taman Andalan CPI Makassar, kata dia, belum dapat difungsikan. Dia menyebut masih menunggu arahan pimpinan untuk dijadikan sebagai ruang terbuka hijau (RTH).
"Untuk sementara belum tapi ke depannya secepatnya sudah dapat difungsikan sesuai dengan nanti arahan pimpinan," katanya.
Sedangkan aksi vandalisme di jembatan tongkonan, Amiduddin mengaku belum dapat laporan dari petugas Satpol PP. Kendati begitu, ia mengatakan jembatan tersebut juga termasuk pemeliharaan seperti pengecatan dan pemasangan lampu.
"Kalau jembatan tongkonan coret-coret begitu kami tidak dapat laporan dari teman-teman Satpol. Cuman memang kondisi di sana itu ada beberapa lampu yang insyaallah tahun ini juga dikerja, dikasi nyala semua. Semua kawasan CPI yang notabenenya butuh pemeliharaan," tegasnya.
Ia menambahkan, meski pemeliharaan di kawasan CPI Makassar telah dilakukan, masyarakat diharapkan dapat bekerja sama untuk menjaganya. Menurutnya, aksi vandalisme tidak akan terjadi sepanjang ada kesadaran publik.
"Kemudian langkah kami, walaupun kami melakukan pemeliharaan dan di sana pun kita melakukan penjagaan, kalau memang masyarakat tidak bisa diajak kerja sama seperti aksi vandalisme itu tetap sama ji," ucapnya.
"Tapi kami tetap imbau kepada seluruh lapisan masyarakat agar bisa diajak kerja sama untuk kembali juga membantu dan merawat fasilitas umum," lanjutnya.
Diketahui, aksi vandalisme itu dilakukan di pagar jembatan Taman Andalan hingga di aspal. Mereka mencoret hingga mengambil separuh pagar jembatan.
Tak hanya itu, pagar jembatan tongkonan pun ikut dicoret. Aksi vandalisme itu cukup mengganggu pemandangan di kawasan CPI Makassar.
