Satpol PP Sulawesi Selatan (Sulsel) akan memaksimalkan patroli di kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar usai marak aksi vandalisme. Pihaknya mengaku sempat mengamankan dua siswa SMP yang diduga melakukan aksi coret-coret pada fasilitas umum di lokasi.
Kepala Seksi Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Sulsel Muh Syukur mengatakan, keduanya ditangkap di kawasan CPI pada Sabtu (15/8) malam. Keduanya bahkan kedapatan membawa benda tajam berupa parang termasuk pilox yang digunakan melakukan vandalisme.
"Kita amankan, bawa parang. Dia sempat mau coret, itu malam Minggu kemarin kami tangkap, kalau coretan sebelumnya sudah lama," ucap Syukur kepada detikSulsel, Rabu (19/8/2028).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pelaku yang sempat diamankan hanya 2 orang karena sebagian dari rombongan melarikan diri. Dia menyebut coretan di pagar jembatan itu bukan pertama kali terjadi.
"Ini ada beberapa rombongan tapi yang kami amankan cuma 2, yang lain lari dengan alat-alatnya spidol dan lain-lain, yang kami amankan ini yang kami tarik dari motor," lanjutnya.
Dua pelaku aksi vandalisme itu masih di bawah umur yang sedang duduk di bangku SMP di Makassar. Mereka melancarkan aksinya pada malam hari.
"Masih sekolah itu, dia aksi malam hari sekitar jam 1 malam saya di lokasi juga itu tapi dia nda sempat, ada pilox dia bawa. Di situ kan gelap juga," sebutnya.
Petugas kemudian mendatangkan orang tuanya kedua pelaku. Keduanya kemudian diminta menandatangani surat pernyataan agar tidak mengulangi perbuatannya.
"Setelah kita buatkan surat pernyataan bahwasanya tidak mengulangi lagi hal yang sama. Kedua orang tua jadi jaminannya," ungkap Syukur.
Syukur mengatakan, pihak telah koordinasi dengan UPT di kawasan CPI Makassar untuk membersihkan bekas coretan. Rencananya akan dilakukan pengecatan kembali agar pemandangan di lokasi tidak terganggu.
"Saya sudah minta juga sama UPT itu untuk minta dicat untuk ditutupi itu yang dicoret di area jembatan. Saya sudah koordinasi dengan kepala UPT. Dia kan UPT dari Dinas PU dia tangani kawasan di situ," katanya.
Dia turut menegaskan kepada personelnya untuk lebih memaksimalkan lagi pengawasan. Mereka akan melakukan patroli untuk menjaga keamanan di kawasan CPI Makassar.
"Petugas Satpol PP di kawasan tersebut akan dimaksimalkan pengawasan. Saya sudah sampaikan juga teman-teman agar lebih aktif untuk patroli. Jadi saya itu sudah lama tutup portal darurat pakai bambu," jelasnya.
Diketahui, aksi vandalisme itu dilakukan di pagar jembatan Taman Andalan hingga di atas aspal. Mereka mencoret hingga mengambil separuh pagar jembatan.
Tak hanya itu, pagar jembatan tongkonan pun ikut dicoret. Aksi vandalisme itu mengganggu pemandangan di kawasan CPI Makassar hingga menuai sorotan di media sosial.
"Sudah pernah ada coretan sebelumnya, tapi yang paling parah kemarin sempat ter-up di media itu tambah banyak sampai di aspalnya ada coretan juga," ucap salah satu anggota Satpol PP Sulsel, Abdullah kepada detikSulsel.
Abdullah mengatakan, aksi vandalisme diduga terjadi sebelum peringatan HUT ke-81 RI. Dia menduga aksi mencoret pagar jembatan oleh OTK dilakukan pada tengah malam dan dini hari saat minim pengawasan di lokasi.
"Bisa jadi seperti itu tengah malam karena kalau siang banyak mata yang bisa melihat. Kalau malam kita tidak tahu dia bawa pilox atau apa, dan tidak mungkin kita periksa satu-satu," imbuhnya.
