Jembatan CPI Makassar Tercoreng Aksi Vandalisme

Jembatan CPI Makassar Tercoreng Aksi Vandalisme

Fadli Ilham - detikSulsel
Rabu, 19 Agu 2026 15:07 WIB
Aksi vandalisme di jembatan CPI Makassar.
Foto: Aksi vandalisme di jembatan CPI Makassar. (Fadli Ilham/detikSulsel)
Makassar -

Kawasan Center Point of Indonesia (CPI) Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tercoreng aksi vandalisme. Tembok pagar jembatan menuju akses ke fasilitas publik dipenuhi coretan akibat ulah orang tidak dikenal (OTK).

Pantauan detikSulsel di lokasi, Rabu (19/8/2026) pukul 14.00 Wita, coretan mendominasi di jembatan Taman Andalan CPI. Kedua sisi sepanjang pagar jembatan dipenuhi coretan.

Jembatan itu diapit Masjid 99 Kubah dan Rumah Sakit Kemenkes Makassar. Coretan di pagar jembatan tersebut dipenuhi tulisan dan gambar bervariasi.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tampak sepanjang jembatan dicoret menggunakan pilox warna merah dan hitam. Aksi vandalisme juga menyasar permukaan aspal pada jembatan tersebut.

"Sudah pernah ada coretan sebelumnya, tapi yang paling parah kemarin sempat ter-up di media itu tambah banyak sampai di aspalnya ada coretan juga," ucap salah satu anggota Satpol PP Sulsel, Abdullah kepada detikSulsel di lokasi.

ADVERTISEMENT

Aksi vandalisme di jembatan CPI Makassar.Coretan pilox berwarna merah dan hitam memenuhi tembok pagar jembatan CPI Makassar. (Fadli Ilham/detikSulsel)

Dia mengatakan jembatan Taman Andalan CPI sebenarnya belum diizinkan untuk melakukan aktivitas. Larangan itu ditandai dengan pemasangan portal menggunakan bambu tapi tidak full karena masih pengerjaan di akses menuju taman.

"Karena kan masih proyek pengerjaan di sana jadi ada material terkait proyek tersebut di taman. Terkait jembatan di sana itu kami portal untuk membatasi akses masuk orang, tapi namanya kenakalan ada celah di mana kita lengah," jelasnya.

Aksi vandalisme di jembatan CPI Makassar.Aksi vandalisme juga terpantau di Jembatan Tongkonan CPI Makassar. (Fadli Ilham/detikSulsel)

Abdullah mengatakan, aksi vandalisme diduga terjadi sebelum peringatan HUT ke-81 RI. Dia menduga aksi mencoret pagar jembatan oleh OTK dilakukan pada tengah malam dan dini hari saat minim pengawasan di lokasi.

"Bisa jadi seperti itu tengah malam karena kalau siang banyak mata yang bisa melihat. Kalau malam kita tidak tahu dia bawa pilox atau apa, dan tidak mungkin kita periksa satu-satu," katanya.

Dia menduga pelaku vandalisme merupakan siswa sekolah di Makassar. Hal ini lantaran aktivitas remaja itu kerap diunggah di media sosial berdasarkan hasil penelusurannya.

"Setelah saya searching ternyata dia salah satu siswa dari salah satu SMA dan SMK. Jadi pelakunya bukan satu sekolah tapi ada beberapa sekolah, sekolah Makassar," ungkapnya.

Aksi vandalisme juga terlihat pada Jembatan Tongkonan yang menjadi akses masuk CPI. Coretan pilox berwarna hitam di lokasi hanya ada di beberapa titik pagar tembok jembatan.

Kendati begitu, Abdullah baru mengetahui adanya coretan pilox warna hitam di pagar jembatan tersebut. Dia mengaku lokasi itu memang masih minim pengawasan.

"Berarti baru itu karena kita biasa pusatnya titik di depan karena untuk sore itu kita antisipasi PK5 (pedagang kaki lima), penjual yang masuk ke sini," ucap Abdullah.

Dia mengatakan, petugas Satpol PP memaksimalkan patroli bagian dalam CPI Makassar. Hal ini untuk mencegah adanya aktivitas PK5 maupun parkir liar.

"Kita semakin perketat karena disini kita itu patroli PK5, parkir sama balapan liar juga. Kalau terkait pimpinan di atas kita tidak tahu intinya laporan dibawa terkait vandalisme sudah sampaikan," ucap dia.

"Untuk ke depannya kami minimalisir (aksi vandalisme) yang terjadi, tapi namanya manusia kita tidak luput apalagi wilayah seluas ini. Kalau terkait itu pimpinan juga sudah tahu karena sudah viral," pungkasnya.



(sar/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads