Warga dan Jukir Liar di Makassar Cekcok Uang Parkir Berujung Tawuran Kelompok

Warga dan Jukir Liar di Makassar Cekcok Uang Parkir Berujung Tawuran Kelompok

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Sabtu, 15 Agu 2026 18:00 WIB
Cekcok antara Indra Jaya dan jukir liar di Makassar berujung tawuran. Keributan melibatkan dua kelompok, menyebabkan beberapa orang terluka.
Cekcok antara Indra Jaya dan jukir liar di Makassar berujung tawuran. Foto: dok istimewa
Makassar -

Pria bernama Indra Jaya terlibat cekcok dengan juru parkir (jukir) liar di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Cekcok gegara uang parkir tersebut berujung tawuran antara dua kelompok warga.

Kapolsek Mamajang AKP Tri Husada mengatakan peristiwa itu terjadi di depan gerai ayam goreng di Jalan Opu Daeng Risadju, Kecamatan Mamajang, pada Jumat (14/8) malam. Saat itu, Indra bersama istrinya datang ke lokasi membeli ayam.

"Saat itu ada juru parkir yang meminta uang parkir kepada yang bersangkutan. Namun dia tidak mau memberikan karena merasa tidak memarkir kendaraannya dan masih berada di atas motor," ujar Tri Husada kepada wartawan, Sabtu (15/8/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tri menuturkan Indra dan juru parkir tersebut terlibat cekcok di lokasi. Indra kemudian pulang ke rumahnya di Jalan Baji Pangasseng dan menceritakan kejadian tersebut kepada rekannya, Jamaluddin.

"Setelah itu dia pulang dan menyampaikan kepada temannya bahwa ada juru parkir yang berbicara agak keras. Kemudian mereka kembali ke lokasi untuk melihat dan mengenali juru parkir tersebut," bebernya.

ADVERTISEMENT

Setelah itu, Indra dan Jamaluddin bersama lima rekannya kembali ke lokasi menemui juru parker tersebut. Namun, kedatangan mereka justru berujung keributan hingga Jamaluddin mengalami luka pada bagian dahi.

"Di lokasi terjadi keributan dan perkelahian hingga salah satu mengalami luka pada bagian dahi. Setelah itu mereka kembali ke Jalan Baji Pangasseng dan menyampaikan kejadian tersebut kepada teman-temannya," ungkap Tri.

Kelompok pemuda dari Jalan Baji Pangasseng kemudian mendatangi lokasi. Massa yang diperkirakan sekitar 30 orang melakukan penyerangan terhadap kelompok pemuda di sekitar Jalan Baji Pamai yang diduga menjadi tempat tinggal jukir liar tersebut.

"Kurang lebih 30 orang datang dan melakukan penyerangan. Persoalan awalnya hanya masalah parkir, kemudian berkembang menjadi kesalahpahaman dan aksi saling serang," jelas Tri.

Selain Jamaluddin, rekannya bernama Yakub juga mengalami keluhan sakit pada bagian pundak akibat keributan tersebut. Polisi kemudian mengarahkan korban untuk mendapatkan penanganan dan membuat laporan.

"Kami melakukan pengamanan dan patroli di sekitar lokasi, kemudian melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta penyelidikan untuk mengetahui pihak-pihak yang terlibat," pungkas Tri.



(hsr/asm)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads