Bentrokan antara geng motor dengan warga tidak kunjung selesai di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Tawuran menggunakan senjata tajam turut mengakibatkan korban luka terkena busur panah dan sejumlah kendaraan dibakar.
Tawuran kerap kali pecah setelah geng motor melakukan penyerangan lebih dulu. Provokasi geng motor membuat warga emosi sampai melakukan perlawanan balik.
Rentetan bentrokan geng motor melawan warga tercatat mulai memanas sejak Juli 2026. Dirangkum detikSulsel hingga Senin (3/8/2026), berikut rentetan bentrokan geng motor vs warga yang terjadi di Makassar:
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Geng Motor Provokasi Warga Pakai Petasan
Bentrokan geng motor dengan warga sempat terjadi di perempatan Jalan Bandang-Jalan Tinumbu Pendek, Kecamatan Bontoala, Jumat (17/7) sekitar pukul 02.45 Wita. Keributan bermula saat sekelompok pengendara motor melakukan provokasi terhadap warga.
"Namun (provokasi geng motor) tidak direspons oleh warga sehingga mereka sempat meninggalkan lokasi," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin kepada wartawan, Jumat (17/7).
Geng motor itu lantas kembali dengan massa yang lebih banyak. Mereka lalu melakukan penyerangan dengan menembakkan petasan ke arah warga.
"Kelompok itu kembali datang dengan jumlah lebih banyak dan melakukan penyerangan menggunakan petasan sehingga warga keluar dari rumah," paparnya.
Sejumlah pelaku juga terlihat membawa senjata tajam jenis busur dan parang. Berdasarkan keterangan saksi, salah seorang pelaku diduga membawa airsoft gun.
"Beberapa pelaku terlihat membawa busur dan parang. Dari keterangan yang kami terima, ada juga yang diduga menggunakan airsoft gun saat melakukan penyerangan," jelasnya.
Warga lantas menyerang balik dengan melemparkan batu hingga bentrokan tak terhindarkan. Polisi pun membubarkan massa dan menangkap seorang remaja berusia 17 tahun.
"Remaja tersebut mengaku mengambil parang dari rumahnya untuk ikut melakukan perlawanan setelah kelompok pengendara motor menyerang," ucap Wahiduddin.
Bentrokan Berujung 1 Motor Trail Dibakar
Bentrokan antara geng motor dengan warga ternyata juga terjadi di pertigaan Jalan Veteran Selatan, Kecamatan Mamajang, Jumat (17/7) sekitar pukul 04.30 Wita. Tawuran itu mengakibatkan satu sepeda motor trail dibakar orang tidak dikenal (OTK).
"Telah terjadi pembakaran motor yang sampai saat ini belum diketahui pelakunya. Kami masih melakukan penyelidikan," ujar Kanit Reskrim Polsek Mamajang, AKP Alim Bachri kepada wartawan, Sabtu (18/7).
Alim mengatakan, insiden bermula saat geng motor berjumlah 30 kendaraan memprovokasi warga. Mereka menggeber-geber motor saat melintas di lokasi kejadian.
"Saksi menyampaikan ada rombongan sekitar 30 motor yang melintas sambil menggeber-geber kendaraan. Kemungkinan saat itu terjadi keributan hingga ada motor yang jatuh (dibakar)," tuturnya.
Polisi masih mendalami apakah motor yang dibakar merupakan milik anggota geng motor atau pengendara yang melintas di lokasi. Penelusuran dilakukan dengan mengecek nomor rangka dan nomor mesin kendaraan.
"Kami sudah mengecek nomor mesin dan nomor rangka untuk mengetahui siapa pemilik motor tersebut. Sampai sekarang belum ada yang melapor motornya hilang ataupun dibakar," jelas Alim.
Geber Motor hingga Petasan Picu Bentrokan
Tawuran antara geng motor dan warga terjadi di Bontoala, Makassar. Foto: dok istimewa |
Bentrokan antara warga dengan geng motor kembali terjadi di perempatan Jalan Bandang-Jalan Tinumbu, Kecamatan Bontoala, Jumat (24/7) sekitar pukul 05.00 Wita. Tawuran pecah setelah geng motor berulang kali memprovokasi warga dengan menggeber motornya.
"Saksi di dalam rumah tiba-tiba mendengar suara geberan gas motor dari arah depan sehingga langsung keluar dan melihat beberapa rombongan datang melakukan provokasi," kata Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin kepada wartawan, Jumat (24/7).
Geng motor itu sempat pergi karena tidak digubris warga. Selang beberapa waktu, mereka ternyata kembali ke lokasi dengan massa yang lebih banyak hingga menyerang ke arah rumah warga menggunakan petasan.
"Kelompok tersebut kembali datang dengan jumlah yang lebih banyak sekitar 30 unit saling berboncengan dan langsung melakukan penyerangan dengan cara menembakkan petasan sehingga warga sekitar langsung keluar," bebernya.
Saat warga keluar rumah, para pelaku lalu menyerang menggunakan senjata tajam berupa anak panah busur serta parang atau samurai. Warga yang berada di lokasi lantas melakukan perlawanan.
"Beberapa orang dari pelaku terlihat mengeluarkan senjata tajam jenis anak panah busur serta parang, samurai dan melakukan pengancaman terhadap warga sehingga gabungan warga langsung melakukan perlawanan dengan menggunakan batu," jelasnya.
Aksi saling serang meluas hingga ke perempatan Jalan Bandang-Jalan Tinumbu hingga ke Jalan Andalas Makassar. Polisi yang menerima informasi lalu turun ke lokasi dan membubarkan massa.
"Bahwa kejadian tersebut terjadi sebanyak empat kali secara berturut-turut oleh para pelaku. Anggota menyita barang bukti tiga anak panah busur dan ketapelnya," pungkas Wahiduddin.
Satu Kendaraan Geng Motor Dibakar Warga
Satu kendaraan milik geng motor dibakar saat bentrokan terjadi di wilayah Tamajene, Jalan Urip Sumoharjo, Kecamatan Panakkukang, Kamis (30/7) malam. Peristiwa ini bermula dari geng motor yang melakukan penyerangan ke warga saat melintas di lokasi.
"Penyerangan dari sekelompok anak-anak motor ke wilayah Tamajene sehingga warga Tamajene melakukan perlawanan yang mengakibatkan salah seorang pengendara sepeda motor itu diambil motornya (lalu dibakar)," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada wartawan, Jumat (31/7).
Polisi pun mendatangi lokasi dan mengambil keterangan beberapa orang saksi. Motor yang dibakar diduga merupakan kendaraan milik anggota geng motor yang turut melakukan penyerangan ke warga.
"Menurut informasi dari salah satu warga mengatakan itu (motor yang dibakar milik kelompok geng motor yang menyerang)," katanya.
Warga sekitar juga tidak mengetahui secara pasti identitas kelompok yang datang menyerang. Namun diduga motor tersebut terjatuh dan ditinggal pemiliknya hingga dibawa ke lokasi dan dibakar.
"Pada intinya mereka (kelompok motor) menyerang ke Tamajene. Nah kendaraan tersebut sebetulnya sebelum lokasi kebakaran ini dia terjatuh dan motornya ditarik (warga) ke sini," beber Uji.
Polisi juga belum menerima laporan adanya korban luka akibat insiden tersebut. Saat petugas tiba di lokasi, kedua kelompok yang terlibat bentrok langsung meninggalkan tempat kejadian.
"Belum ada laporan atau belum teridentifikasi (untuk korban luka). (Waktu polisi tiba) langsung kabur kedua belah pihak sama-sama kabur," jelas Uji.
Satu Motor Diduga Hasil Begal Dibakar
Motor dibakar saat tawuran geng motor melawan warga di Jalan Urip Sumoharjo Makassar merupakan hasil begal. (Reinhard/detikSulsel) |
Bentrokan kembali terjadi di wilayah Tamajene, Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Sabtu (1/8) malam. Tawuran antara geng motor dengan warga tersebut mengakibatkan satu unit sepeda motor terbakar dan seorang warga terkena busur panah.
"Ini sehubungan dengan adanya juga peristiwa tawuran antara dua kelompok yang mengakibatkan satu unit sepeda motor terbakar," ujar Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar AKP Sangkala kepada wartawan, Sabtu (1/8).
Sangkala melaporkan adanya satu warga yang terkena busur panah pada bagian lengan. Pelaku yang melepaskan busur tersebut masih dalam penyelidikan.
"Masih didalami informasi hasil penyelidikan anggota ada salah satu yang terkena busur panah itu di bagian lengan tapi untuk siapa pelaku masih dalam pendalaman juga," ungkapnya.
Usut punya usut, motor yang dibakar di lokasi kejadian ternyata diduga hasil begal. Pembegalan itu sebelumnya terjadi di Jalan Metro Tanjung Bunga Makassar, Kecamatan Tamalate, Sabtu (1/8) sore.
"Iya, motor (dibakar hasil) dibegal, itu kejadiannya di wilayah saya. Ini lagi pengembangan, ternyata dia menyerang di wilayah Jalan Urip Sumoharjo," ujar Kapolsek Tamalate Kompol Muhammad Thamrin kepada wartawan, Minggu (2/8).
Motor itu sempat dikendarai oleh pemuda bernama Ari (21) saat perjalanan pulang hingga diadang di tengah jalan. Motor rampasan itu belakangan dipakai pelaku saat bentrokan.
Korban lalu diadang sekelompok pelaku hingga motornya dirampas. Belakangan, motor hasil begal dipakai pelaku untuk menyerang yang memicu bentrokan di Jalan Urip Sumoharjo.
"Korban itu dibegal naik motor sementara mau pulang. Dibegal kelompok itu, diambil paksa motornya. Itu lagi yang dia pakai menyerang dan kejadian di (Jalan) Urip," jelasnya.
Simak Video "Menyusuri Keindahan Air Terjun untuk Arung Jeram di Makassar"
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)


