Provokasi kawanan geng motor membuat warga di Kecamatan Bontoala, Kota Makassar, ramai-ramai keluar rumah untuk memberikan perlawanan. Akibatnya, bentrokan pun pecah hingga meluas ke badan jalan raya.
Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin mengungkapkan insiden ini bermula saat kawanan geng motor melakukan provokasi dengan membawa parang dan busur di perempatan Jalan Bandang-Jalan Tinumbu Pendek, Kecamatan Bontoala, Jumat (17/7) sekitar pukul 02.45 Wita. Menurut dia, warga sempat menahan diri.
"Awalnya sekelompok pengendara motor datang melakukan provokasi, namun tidak direspons oleh warga sehingga mereka sempat meninggalkan lokasi," ujar Kompol Wahiduddin kepada wartawan, Jumat (17/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belakangan, kawanan anggota geng motor itu kembali lagi. Jumlahnya bahkan bertambah banyak yakni sekitar 30 sepeda motor dan langsung menyerang warga dengan petasan.
"Beberapa pelaku terlihat membawa busur dan parang. Dari keterangan yang kami terima, ada juga yang diduga menggunakan airsoft gun saat melakukan penyerangan," jelasnya.
Warga akhirnya melakukan perlawanan dengan melemparkan batu. Bentrokan pun pecah hingga meluas ke perempatan Jalan Bandang dan Jalan Tinumbu Pendek.
"Akhirnya warga melakukan perlawanan dan terjadi bentrokan antara keduanya," tutur Wahiduddin.
Polisi yang menerima laporan pun turun tangan membubarkan massa serta melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Dalam penyisiran, salah seorang remaja berinisial RA diamankan setelah kedapatan membawa parang.
"Anggota mengamankan seorang remaja berinisial RA berusia 17 tahun. Remaja tersebut mengaku mengambil parang dari rumahnya untuk ikut melakukan perlawanan setelah kelompok pengendara motor menyerang," bebernya.
