4 Hari Beruntun Bentrokan di Panakkukang Makassar Dipicu Sengketa Lahan

4 Hari Beruntun Bentrokan di Panakkukang Makassar Dipicu Sengketa Lahan

Tim detikSulsel - detikSulsel
Senin, 27 Jul 2026 08:00 WIB
Bentrokan akibat sengketa lahan pecah di jembatan Jalan Abd Daeng Sirua Makassar.
Foto: Bentrokan akibat sengketa lahan pecah di jembatan Jalan Abd Daeng Sirua Makassar. (dok. Istimewa)
Makassar -

Bentrokan antar warga pecah selama empat hari beruntun yang dipicu sengketa lahan di Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Insiden tersebut mengakibatkan sejumlah warga yang bertikai mengalami luka-luka akibat terkena busur panah hingga beberapa kendaraan dirusak.

Perang kelompok itu pertama kali terjadi di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah (eks Jalan Racing Center) pada Kamis (23/7/2026) sekitar pukul 00.30 Wita. Pihak yang bertikai saling mengklaim kepemilikan lahan seluas 2.000 meter persegi yang berada di sekitar lokasi kejadian, tepatnya samping kantor PDAM Racing Center.

"Kejadian tersebut merupakan keributan antara dua kelompok yang diduga dipicu sengketa lahan," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin kepada wartawan, Kamis (23/7).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bentrokan terjadi saat salah satu kubu memasang pagar sebagai tanda pembatas lahan yang bersengketa. Kubu lainnya pun terprovokasi hingga perang kelompok tidak terhindarkan.

"Saat itu terjadi tindakan provokasi yang kemudian memicu aksi saling serang menggunakan batu dan anak panah atau busur," bebernya.

ADVERTISEMENT
Bentrokan antarkelompok dipicu sengketa lahan di Makassar.Bentrokan antarkelompok dipicu sengketa lahan di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Kamis (23/7). Sebuah gubuk dilaporkan terbakar. (dok. Istimewa)

Aksi saling serang itu mengakibatkan empat orang terkena busur panah. Sementara dua orang dari kubu lainnya mengalami luka akibat lemparan batu.

"Empat orang tertembak busur panah masing-masing mengalami luka di lengan, paha dan kaki hingga harus mendapatkan perawatan medis di RS Ibnu Sina Makassar," ujar Wahiduddin.

Polisi yang turun ke lokasi lalu membubarkan massa yang bertikai hingga situasi kembali kondusif. Aparat kemudian menyita 13 anak panah dan satu buah ketapel.

"Ada pagar pembatas lahan dan satu unit gubuk terbakar. Di lokasi anggota menemukan barang bukti berupa panah busur dan ketapel," imbuh Wahiduddin.

Kasus ini pun diusut Unit Tanah dan Bangunan (Tahbang) Polrestabes Makassar. Saat polisi melakukan penyelidikan terkait insiden tersebut, bentrokan ternyata kembali pecah di lokasi yang sama.

Perang kelompok itu berlangsung selama dua malam tepatnya pada Jumat dan Sabtu (24-25/7) dini hari. Bentrok akibat sengketa lahan ini disebut melibatkan tiga pihak meski belum tidak dirinci kubu yang dimaksud.

"Iya (sudah dua malam bentrok), terkait lahan yang diklaim tiga pihak. Sudah dilakukan sprin (surat perintah tugas) pengamanan di lokasi sengketa," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Sabtu (25/7).

Pihak yang bertikai saling serang menggunakan busur panah dan batu. Uji menduga tawuran kembali pecah karena aksi balas dendam yang turut dipengaruhi adanya provokasi dari salah satu pihak.

"Jadi pada saat kejadian pertama, sudah disampaikan oleh personel Polsek Panakkukang dan Unit Tahbang (Polrestabes) yang tangani perkara tersebut, agar ketiga belah pihak agar saling menarik diri dari lokasi sambil menunggu kepastian hukum lokasi tersebut," paparnya.

Massa yang bertikai dianggap tidak pernah mengindahkan imbauan polisi. Setelah dibubarkan, pihak yang berselisih selalu mendatangi lokasi dan memancing kubu lain hingga perang kelompok tidak terhindarkan.

"Setiap malam personel Polsek yang dipimpin Kapolsek langsung sudah mendatangi pihak yang melakukan pengumpulan massa di lokasi untuk membubarkan diri. Tetap sama saja, berkurang massa yang berkumpul pada saat diimbau tapi sebentar kembali lagi," imbuh Uji.

Jembatan Jadi Lokasi Bentrokan Diblokir

Motor terbakar akibat bentrokan warga di jembatan Jalan Abdesir Makassar.Motor terbakar akibat bentrokan warga di jembatan Jalan Abdesir Makassar. (dok. istimewa)

Bebalnya massa kembali terbukti saat bentrokan kembali terjadi di Jalan Prof Abdurrahman Basalamah pada Minggu (26/7) sekitar pukul 15.00 Wita. Perang kelompok ini semakin meluas hingga terpusat di Jalan Abdullah Daeng Sirua (Abdesir).

Perang kelompok pecah saat salah satu kubu memasang seng sebagai pembatas lahan yang bersengketa. Kubu lain pun memaksa kelompok itu untuk keluar dari lahan yang disengketakan.

"Masalah sengketa lahan di Racing Center. Ini yang sudah berlangsung beberapa hari tapi mereka masih tidak mau saling mengalah," kata Uji saat dikonfirmasi wartawan, Minggu (26/7).

Massa yang terlibat bentrok sampai memblokir jembatan di Jalan Abdesir Makassar. Pengendara yang hendak melintas terpaksa putar balik karena khawatir terkena lemparan batu dan busur panah.

Aparat kepolisian yang diturunkan ke lokasi sempat dipukul mundur karena kalah jumlah dengan massa. Sejumlah polisi dilaporkan terkena lemparan batu saat berupaya membubarkan massa.

"Kalau anggota yang kena lemparan banyak. Kami sempat tadi berdiri di tengah, orang yang satu kelompok, tapi kelompok lain maju begitu pun sebaliknya," tutur Uji.

Bentrokan itu mengakibatkan warga terkena busur panah. Sejumlah kendaraan juga dilaporkan rusak akibat lemparan batu hingga terbakar di lokasi kejadian.

"Kalau korban jiwa kena busur masih saya pastikan. Menurut informasi ada yang kena busur tapi anggota sementara selidiki. Dua mobil yang dirusak, dilempar. Kalau dibakar motor, satu motor dibakar," jelasnya.

Perang kelompok berhasil dibubarkan setelah berlangsung sekitar sejam. Kendati begitu, sejumlah personel kepolisian masih disiagakan di lokasi untuk mencegah bentrokan susulan.

"Sekarang sedang berjaga di lokasi tawurannya. Kalau untuk di lokasinya jaga jarak karena di sana ada perbaikan pagar jangan sampai kita dianggap membekingi salah satu pihak," jelas Uji.

Polisi juga telah berkoordinasi dengan Pemerintah Kecamatan Panakkukang untuk mencari solusi masalah ini tidak berlarut-larut. Semua pihak yang bertikai pun akan dipanggil untuk membicarakan persoalan sengketa lahan itu.

"Ini yang baru terkonfirmasi baru satu pihak. Sebetulnya sudah dari awal konfirmasi ke tiga pihak tapi belum bisa jadi kapolsek ambil tindakan biarkan satu pihak saja dulu," pungkasnya.

Halaman 2 dari 2


Simak Video "Video: Di Balik Penolakan Pemakaman Jenazah di Sidoarjo "
[Gambas:Video 20detik] (sar/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads