Bentrokan antara dua kelompok massa terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), yang dipicu sengketa lahan. Perang kelompok tersebut mengakibatkan 6 orang luka-luka dan sebuah gubuk terbakar di lokasi kejadian.
Bentrokan terjadi di Jalan Prof Abd Basalamah, Kecamatan Panakkukang, Kamis (23/7) sekitar pukul 00.30 Wita. Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi untuk mengendalikan situasi.
"Kejadian tersebut merupakan keributan antara dua kelompok yang diduga dipicu sengketa lahan," ujar Kasi Humas Polrestabes Makassar Kompol Wahiduddin kepada wartawan, Kamis (23/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Wahiduddin mengatakan keributan melibatkan dua kelompok warga yang bertikai. Bentrokan diduga dipicu pemasangan pagar di lahan yang menjadi objek sengketa kedua belah pihak.
"Keributan bermula saat salah satu kubu melakukan pemasangan pagar pada lahan yang berbatasan. Saat itu terjadi tindakan provokasi yang kemudian memicu aksi saling serang menggunakan batu dan anak panah atau busur," katanya.
Dalam bentrokan tersebut, empat orang dari satu kubu yang bertikai mengalami luka akibat terkena anak panah atau busur. Sementara kubu lainnya luka terkena lemparan batu.
"Empat orang tertembak busur panah masing-masing mengalami luka di lengan, paha dan kaki hingga harus mendapatkan perawatan medis di RS Ibnu Sina Makassar," sebutnya.
"Dari pihak lawannya mengalami luka akibat terkena lemparan batu Dan menjalani perawatan di RS Grestelina Makassar," tambah Wahiduddin.
Saat melakukan penyisiran di lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa 13 anak panah atau busur dan satu buah ketapel. Selain korban luka, bentrokan itu juga mengakibatkan pagar pembatas lahan dan satu unit gubuk terbakar.
"Ada pagar pembatas lahan dan satu unit gubuk terbakar. Di lokasi anggota menemukan barang bukti berupa panah busur dan ketapel," beber Wahiduddin.
Wahiduddin belum menjelaskan terkait perkara sengketa lahan yang memicu bentrokan itu. Menurut dia lahan yang disengketakan tersebut memiliki luas sekitar 2.000 meter persegi.
"Situasi di lokasi bersengketa seluas 2.000 meter persegi itu sudah aman dan kondusif. Kami masih melakukan pendalaman dan penyelidikan terkait peristiwa tersebut," pungkasnya.
