Bentrokan antarkelompok yang diduga preman terjadi di Jalan Prof Abdurahman Basalamah (eks Jalan Racing Center), Kecamatan Panakkukang, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Bentrokan yang pecah dalam dua malam berturut-turut itu diduga dipicu sengketa lahan.
Bentrokan antarkelompok itu terjadi di depan lokasi sengketa, tepat di samping Kantor PDAM Racing Center, Jumat dan Sabtu (24-25/7/2026) dini hari. Insiden bermula saat kelompok yang berjaga di lahan tersebut diduga diserang oleh kelompok lain yang juga mengklaim dan berupaya menguasai lahan itu.
"Iya (sudah 2 malam bentrok), terkait lahan yang diklaim tiga pihak. Sudah dilakukan sprin (surat perintah tugas) pengamanan di lokasi sengketa," ujar Kanit Reskrim Polsek Panakkukang, Iptu Uji Mughni kepada detikSulsel, Sabtu (25/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Uji mengaku personel Polsek dan Polrestabes Makassar telah mengimbau seluruh pihak yang berselisih agar meninggalkan lokasi sengketa sejak bentrokan pertama terjadi. Pihaknya meminta ketiga pihak menarik diri sambil menunggu kepastian hukum atas status lahan tersebut
"Jadi pada saat kejadian pertama, sudah disampaikan oleh personel Polsek Panakkukang dan Unit Tahbang (Polrestabes) yang tangani perkara tersebut, agar ketiga belah pihak agar saling menarik diri dari lokasi sambil menunggu kepastian hukum lokasi tersebut," kata Uji.
Uji menuturkan imbauan tersebut tidak diindahkan. Personel Polsek Panakkukang setiap malam mendatangi lokasi untuk membubarkan massa yang berkumpul, namun mereka kembali berdatangan setelah polisi meninggalkan lokasi.
"Namun mereka tidak mengindahkan, serta setiap malam personel Polsek yang dipimpin Kapolsek langsung sudah mendatangi pihak yang melakukan pengumpulan massa di lokasi untuk membubarkan diri. Tetap sama saja, berkurang massa yang berkumpul pada saat diimbau tapi sebentar kembali lagi," ujarnya.
Dilihat detikSulsel dari video beredar, dua kelompok tersebut saling serang menggunakan batu hingga panah busur. Serangan hari kedua diduga aksi balas dendam setelah malam sebelumnya terjadi penyerangan serupa.
