Korban Trauma, Keluarga Minta Warung Kakek Predator Seks di Makassar Ditutup

Korban Trauma, Keluarga Minta Warung Kakek Predator Seks di Makassar Ditutup

Reindhard Soplantila - detikSulsel
Sabtu, 25 Jul 2026 17:20 WIB
Ilustrasi Pencabulan Anak. Andhika Akbarayansyah/detikcom.
Ilustrasi pencabulan. Foto: Andhika Akbarayansyah
Makassar -

Orang tua korban kasus dugaan pencabulan terhadap 32 siswa SD di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), meminta warung milik tersangka berinisial MD (60) yang berada di depan sekolah ditutup. Keberadaan warung itu disebut membuat korban trauma.

"Harapannya mereka ingin warung itu ditutup karena posisi warung dengan sekolah itu berhadapan. Jadi ketika mereka melakukan aktivitas sekolah mereka akan teringat kembali di mana mereka mengalami kekerasan seksual," ujar kuasa hukum para korban, St Fatimah kepada wartawan, Sabtu (25/7/2026).

Fatimah mengatakan sebagian korban masih tetap bersekolah. Namun, menurut keterangan para orang tua, anak-anak masih dihantui rasa khawatir setiap kali hendak berangkat ke sekolah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Rasa was-wasnya masih ada karena saya tanya kepada orang tuanya dan mereka sampaikan ke saya bahwa kondisi anak itu ketika ingin berangkat sekolah pasti yang ingin ditanyakan soal itu (warung masih buka) karena mereka masih dibaluti dengan rasa kekhawatiran dan kecemasan," katanya.

ADVERTISEMENT

Fatimah menjelaskan para orang tua korban meminta aparat penegak hukum untuk tegas dalam kejadian ini. Seluruh keluarga korban juga menaruh harapan besar agar pelaku mendapat hukuman yang setimpal.

"Curhatan orang tua itu besar sekali harapannya agar pelaku ini mendapatkan hukuman yang setimpal. Sebelum ini saya sudah sampaikan bahwa kami akan bekerja sama dengan Komnas untuk mengelola kasus ini dan mereka penuh harapan bahwa pelaku dapat menerima hukuman yang setimpal karena korbannya ini tidak main-main ada 32 orang," jelasnya.

Wakil Direktur LBH Haros itu mengungkapkan sebagian korban masih mengalami kecemasan dan ketakutan pascakejadian. Kondisi psikologis anak-anak itu nantinya akan dipastikan melalui hasil pendampingan dan konseling dari UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

"Kondisi anak ada yang merasa cemas masih merasa ketakutan tetapi untuk lebih lanjutnya akan dibuktikan dengan hasil konseling psikologis yang akan dikeluarkan oleh UPTD PPA," pungkas Fatimah.

detikSulsel mengkonfirmasi Kanit PPA Satreskrim Polrestabes Makassar, Iptu Ariyanto terkait harapan orang tua agar warung milik pelaku ditutup. Namun Iptu Ariyanto belum memberikan tanggapan.



(asm/ata)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads