Jalan berlumpur di kawasan Benteng Somba Opu, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), imbas proyek pengerukan sedimen yang membuat pengendara motor terjatuh telah dibersihkan. Pembersihan dilakukan petugas Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang.
Pantauan detikSulsel di lokasi Rabu (16/7/2026) sore, sejumlah petugas membersihkan material lumpur di sepanjang Jalan Daeng Tata, Kecamatan Tamalate, Makassar. Mereka menggunakan sekop mengangkat material lumpur di jalanan.
Selain itu terdapat satu truk tangki air di lokasi. Truk itu digunakan menyemprot sisa lumpur di jalanan. Pengendara yang melintas di lokasi sempat berhenti.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Petugas BBWS Pompengan Jeneberang melakukan pembersihan sejak pukul 13.55 Wita. Jalan sudah kembali bersih dari lumpur, dan petugas meninggalkan lokasi sekitar pukul 15.16 Wita.
Petugas Lapangan Kawasan Waduk Pantai Longstorage BBWS Pompengan Jeneberang, Irhan mengatakan, pembersihan dilakukan setelah mendengar keluhan warga. Keluhan itu terkait pengendara yang terjatuh akibat lumpur.
"Setelah mendengar keluhan banyak lumpur yang mengakibatkan kecelakaan dari masyarakat kami dari Balai Besar Pompengan Jeneberang turun tangan membersihan bekas lumpur yang berada di Benteng Somba Opu," ucap Ihran kepada detikSulsel di lokasi.
"Ini merupakan komitmen dari PU untuk memastikan aktivitas masyarakat berjalan normal dan tidak ada lagi kecelakaan," lanjutnya.
Dia mengungkapkan ada 20 petugas yang melakukan pembersihan, panjang jalan yang dibersihkan sekitar 300 meter. Pembersihan dilakukan satu hari, satu truk tangka air juga dikerahkan.
"Hari ini kami turun kelapangan membawa 1 truk mobil tangki air untuk menyiram bekas lumpur yang di jalan dan sekitar 20 pekerja yang turun kan dan membawa peralatan pekerja masing-masing targetnya hari ini di selesaikan," ungkapnya.
Dia menjelaskan, proyek pengerukan sediman berada di sekitar PDAM Unit Tamalate. Pengerukan ini dilakukan karena penumpukan sediman yang mengganggu kualitas air.
"Ini pengerukan sedimen di depan PDAM, tujuannya agar kualitas air lebih berkualitas. Iya karena ada enkripsi di sana," tandasnya.
Lebih lanjut, Ihran mengatakan proyek pengerukan ini dilakukan BBWS Pompengan Jeneberang. Menurutnya, pembersihan material di jalanan seharusnya dilakukan setelah proyek selesai.
"Ini dari balai, kalau kami hanya bagian pembersihan. Seharusnya pembersihan nanti setelah selesai, tapi sudah banyak keluhan hari ini kami turun," pungkasnya.
Diketahui, sejumlah pengendara motor dilaporkan terjatuh saat melintasi jalanan yang licin di kawasan Benteng Somba Opu Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Jalanan tersebut penuh lumpur akibat tumpahan material tanah galian proyek yang dimuat truk.
Kecelakaan akibat jalanan licin penuh lumpur tidak hanya sekali terjadi. Warga mengungkap pengendara motor juga sempat terjatuh saat melintas pada Rabu (15/7).
"Kalau yang jatuh kemarin itu di sana yang dekat pohon besar. Jatuh karena licin, bekas lumpur. Kalau yang kemarin itu luka lututnya. Ada saya lihat juga motornya," paparnya.
