Appi Ingatkan Ancaman Kebakaran-Kesehatan Imbas Kekeringan di Makassar

Fadli Ilham - detikSulsel
Rabu, 15 Jul 2026 10:39 WIB
Foto: Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. (dok. istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memperingatkan ancaman kebakaran hingga gangguan Kesehatan imbas bencana kekeringan yang melanda saat musim kemarau. Appi menegaskan kondisi ini tidak hanya sekadar memicu krises air bersih.

"Biasanya di musim kemarau ini bukan hanya kekeringan, tapi kebakaran juga banyak, kekeringan akan ketersediaan air juga mulai menurun," kata Appi di Anjungan MNEK, Center Point of Indonesia (CPI), Makassar, Selasa (14/7/2026).

Appi menuturkan situasi ini harus diantisipasi sejak dini. Menurut dia, situasi ini bisa menimbulkan penularan penyakit.

"Kemungkinan besar ini banyak penyakit-penyakit menular yang bisa terjadi dan ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan bisa memitigasi ini lebih awal," tambahnya.

Dia meminta semua pihak bekerja sama untuk saling menjaga mencegah risiko yang tidak diinginkan. Pemerintah disebut tidak bisa berjalan sendiri.

"Kita harus membuka ruang bersama-sama bagaimana sehingga di musim panas yang panjang nanti ini, kita bisa memitigasi risiko-risiko yang bisa terjadi," imbuh Appi.

Di sisi lain, Appi mengungkap beberapa strategi mitigasi bencana kekeringan. Salah satunya mendorong PDAM menghitung kembali debit air yang akan didistribusikan ke warga.

"Yang kedua, pengadaan tandon-tandon banyak untuk didistribusi ke wilayah Kecamatan, yang ketiga memastikan pembangunan sumur-sumur bor dalam untuk mengantisipasi keadaan air yang kering," ucap Appi.

Appi memastikan penyaluran air bersih ke daerah terdampak berjalan setiap hari. Bantuan air bersih ke rumah-rumah warga sebagai penanganan awal bagi yang kesulitan mengakses air bersih.

"Pasti akan akan ada untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih melalui mobil-mobil air, mobil-mobil tangki air yang akan terdistribusi secara terjadwal," tegasnya.

Kekeringan di Makassar berdampak di enam kecamatan, yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala. Hasil kaji cepat BPBD Makassar sejak 1 Juni hingga 9 Juli 2026 mencatat kekeringan berdampak pada 50.342 jiwa dari 12.717 rumah yang tersebar enam kecamatan.

"Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50% masyarakat telah terdampak secara langsung," kata Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muh Fadli Tahar kepada wartawan, Sabtu (11/7).



Simak Video "Video: Krisis Air Bersih di Kadujajar, 2 Km Ditempuh Demi Setetes Air Bersih"

(sar/asm)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork