Kekeringan di Makassar, Appi Pastikan Distribusi Air Bersih ke 6 Kecamatan

Kekeringan di Makassar, Appi Pastikan Distribusi Air Bersih ke 6 Kecamatan

Fadli Ilham - detikSulsel
Selasa, 14 Jul 2026 16:38 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Appi Arifuddin.
Foto: Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. (dok. istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memastikan distribusi air bersih setiap hari ke 6 kecamatan terdampak bencana kekeringan di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Appi juga mendorong pengadaan tandon ke wilayah terdampak.

"Pasti akan akan ada untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih melalui mobil-mobil air, mobil mobil tangki air yang akan terdistribusi secara terjadwal," ujar Appi kepada wartawan setelah Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Karebosi Makassar, Selasa (14/7/2026).

Appi meminta pihak terkait memperhatikan dengan baik wilayah terdampak. Salah satunya yang menjadi atensi adalah memperhitungkan dengan baik bantuan air bersih kepada masyarakat.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kedua, pengadaan tandon-tandon banyak untuk didistribusi ke wilayah kecamatan, yang ketiga memastikan pembangunan sumur-sumur bor dalam untuk mengantisipasi keadaan air yang kering," jelasnya.

Appi menegaskan, apel kesiapsiagaan bencana ini untuk menyatukan seluruh potensi kekuatan untuk bersama-sama melakukan penanganan. Stakeholder terkait didorong mengantisipasi dampak bencana kekeringan.

ADVERTISEMENT

"Inilah yang harus kita antisipasi bagaimana kemarau ini seluruh penyediaan air bersih sebagai kebutuhan dasar harus terpenuhi, sehingga segala macam akses terhadap kebutuhan air ini bisa kita dapatkan," jelasnya.

"Kita harus membuka ruang bersama-sama bagaimana sehingga di musim panas yang panjang nanti ini, kita bisa memitigasi risiko-risiko yang bisa terjadi," tegas Appi.

Appi turut mengingatkan ancaman bahaya lain di musim kemarau yang tidak hanya memicu kekeringan. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan gangguan kesehatan dan bencana lain.

"Ketersediaan air juga mulai menurun, sehingga kemungkinan besar ini banyak penyakit-penyakit menular yang bisa terjadi dan ini menjadi tanggung jawab kita semua untuk memastikan bisa memitigasi ini lebih awal," tuturnya.

Sementara terkait penetapan status siaga atau tanggap darurat bencana kekeringan, Appi masih melakukan kajian. Kendati begitu, Appi kembali menegaskan pemerintah harus memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Lagi dikaji oleh teman-teman BPBD bersama dengan semua pihak yang yang yang terlibat di dalamnya untuk memastikan apakah kita menaikkan ini ke dalam status siaga bencana. Nah kalau hasil kajiannya harus naik, ya kita harus mempersiapkan segala sesuatunya," paparnya.

Jika status tanggap darurat ditetapkan, Pemkot bisa mengucurkan anggaran Biaya Tidak Terduga (BTT). Nominal anggarannya akan dikaji lebih lanjut.

"Kalau anggarannya kita lagi hitung, tergantung bagaimana hasil kajian dari BPBD, tapi kan di dalam anggaran kita selalu ada dana kesiapsiagaan untuk BTT untuk bencana," imbuh Appi.

Diketahui, enam kecamatan terdampak bencana kekeringan di Makassar, yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala. Hal itu berdasarkan hasil kaji cepat BPBD Makassar hingga Kamis (9/7) pukul 17.00 Wita.

Dari laporan BPBD Makassar, kekeringan berdampak pada 12.717 rumah tinggal dan 50.342 warga dari 14.564 kepala keluarga (KK). Puluhan ribu warga yang terdampak dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih.

"Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50% masyarakat telah terdampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih," imbuh Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar.



(sar/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads