Makassar Rentan Dilanda Kekeringan gegara Cuma Andalkan Air Permukaan

Makassar Rentan Dilanda Kekeringan gegara Cuma Andalkan Air Permukaan

Fadli Ilham - detikSulsel
Selasa, 14 Jul 2026 22:08 WIB
Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo.
Foto: Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo. (dok. Istimewa)
Makassar -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan (Sulsel) telah menerima laporan terkait bencana kekeringan di sejumlah kabupaten/kota termasuk di Makassar. Makassar disebut paling rentan dilanda kekeringan karena sumber air baku hanya mengandalkan air permukaan.

Kepala BPBD Sulsel Amson Padolo awalnya mengatakan pihaknya akan turun membantu penanganan bencana kekeringan di setiap daerah. Khususnya pemenuhan air bersih bagi warga terdampak di Makassar.

"BPBD Sulsel supporting semua BPBD yang melakukan tindakan tanggap darurat mengatasi kekeringan," ujar Amson kepada detikSulsel, Selasa (14/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Amson menuturkan Makassar paling terdampak kekeringan karena sebagian besar warga bergantung pada air PDAM. Sementara sumber air baku PDAM hanya mengandalkan air permukaan yang berkurang saat musim kemarau.

"Ini yang paling rawan Kota Makassar karena memang PDAM itu sumber air bakunya hanya air permukaan," katanya.

ADVERTISEMENT

Dia mengungkapkan sejumlah kabupaten/kota di Sulsel juga dilanda kekeringan. Namun kebutuhan air bersih bagi warga masih bisa terpenuhi, berbeda dengan kondisi di Makassar.

"Kalau daerah lain itu belum ada yang melapor status tanggap darurat. Kalau Makassar itu memang, kalau daerah lain kan masih banyak sumber air, jadi tingkat kebutuhan air bersih masih terpenuhi," jelasnya.

Lebih lanjut, Amson menyatakan langkah yang dilakukan Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin untuk mitigasi kekeringan sudah tepat. Dia juga menegaskan bahwa penanganan bencana kekeringan sudah pernah dilakukan tahun sebelumnya.

"Jadi apa yang disampaikan pak wali itu sangat bagus pengadaan sumur bor dan lain-lain. Itu kan sudah pernah kita lakukan beberapa tahun lalu, yang kita kelola dengan kodam Sulsel," katanya.

6 Kecamatan di Makassar Dilanda Kekeringan

Sebanyak 6 kecamatan di Makassar, terdampak bencana kekeringan. Berdasarkan laporan hasil kaji cepat BPBD Makassar hingga Kamis (9/7) pukul 17.00 Wita, enam kecamatan terdampak, yakni Ujung Tanah, Tallo, Biringkanaya, Tamalanrea, Panakkukang dan Manggala.

Dari laporan BPBD Makassar, kekeringan berdampak pada 12.717 rumah tinggal dan 50.342 warga dari 14.564 kepala keluarga (KK). Puluhan ribu warga yang terdampak dilaporkan mulai mengalami krisis air bersih.

"Dari jumlah tersebut, diperkirakan sekitar 50% masyarakat telah terdampak secara langsung, terutama warga yang selama ini mengandalkan air tanah sebagai satu-satunya sumber air bersih," imbuh Kepala Pelaksana BPBD Makassar Muhammad Fadli Tahar.

Sementara itu, Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin memastikan distribusi air bersih setiap hari ke 6 kecamatan terdampak bencana kekeringan. Appi juga mendorong pengadaan tandon ke wilayah terdampak.

"Pasti akan akan ada untuk mendistribusikan kebutuhan air bersih melalui mobil-mobil air, mobil mobil tangki air yang akan terdistribusi secara terjadwal," ujar Appi kepada wartawan setelah Apel Kesiapsiagaan Bencana di Lapangan Karebosi Makassar, Selasa (14/7).

Appi meminta pihak terkait memperhatikan dengan baik wilayah terdampak. Salah satunya yang menjadi atensi adalah memperhitungkan dengan baik bantuan air bersih kepada masyarakat.

"Kedua, pengadaan tandon-tandon banyak untuk didistribusi ke wilayah kecamatan, yang ketiga memastikan pembangunan sumur-sumur bor dalam untuk mengantisipasi keadaan air yang kering," jelasnya.



(hsr/hsr)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads