Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin turun langsung memastikan pelayanan dasar masyarakat seperti air PDAM berjalan optimal. Kali ini, Appi meninjau kondisi distribusi air bersih di kawasan Kerung-Kerung, Kecamatan Makassar.
Appi mengatakan wilayah Kerung-kerung menjadi salah satu yang dikeluhkan warga terkait pasokan air PDAM. Menurutnya, pengecekan secara langsung penting dilakukan agar pemerintah tidak hanya menerima laporan di atas kertas, tetapi mengetahui kondisi riil yang dialami masyarakat.
"Karena itu, saya ke sini ingin memastikan sendiri apakah setelah dilakukan pembenahan oleh direksi PDAM, air benar-benar sudah mengalir ke rumah-rumah warga," kata Appi dalam keterangannya, Senin (14/7/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemantauan tersebut, kata dia, menjadi bagian dari komitmen untuk memastikan pelayanan dasar benar-benar dirasakan masyarakat. Sehingga, di tengah padatnya agenda pemerintahan, ia memilih turun langsung menyusuri lorong-lorong permukiman.
Pada kesempatan ini, Appi mendatangi rumah-rumah warga. Bahkan, ia meminta izin kepada pemilik rumah untuk masuk, memastikan secara langsung apakah air PDAM benar-benar mengalir di keran warga atau masih mengalami gangguan.
Dia menjelaskan, persoalan distribusi air di kawasan tersebut telah menjadi perhatian Pemerintah Kota Makassar. Berbagai langkah teknis telah dilakukan oleh PDAM, mulai dari pembenahan jaringan distribusi hingga penguatan sistem pelayanan agar suplai air kembali normal.
"Hari ini saya melihat langsung hasilnya. Alhamdulillah air sudah mengalir. Ini yang ingin kita pastikan, bahwa setiap keluhan masyarakat harus ditindaklanjuti sampai benar-benar selesai, bukan hanya sebatas laporan," ujarnya.
Sebelumnya, pihak PDAM Makassar melakukan perbaikan di lokasi krisis air bersih di Jalan Kerung-kerung, beberapa hari lalu, menyusul keluhan warga yang sudah berlangsung selama beberapa bulan terakhir. Pihak PDAM melakukan langkah antisipasi melalui injeksi air ke jaringan distribusi, pengiriman mobil tangki, hingga pembenahan sistem suplai untuk mengatasi gangguan pasokan yang berdampak pada sekitar 100 hingga 200 kepala keluarga (KK).
Kepala Wilayah (Kawil) IV PDAM Makassar, Fitria Gasim, mengatakan kondisi tersebut dipicu menurunnya debit air baku yang masuk ke wilayah pelayanan dalam kota. Bulan lalu, debit air yang diterima hanya berkisar 200 liter per detik, jauh di bawah kebutuhan normal yang idealnya mencapai 400 hingga 550 liter per detik.
"Kalau suplai air yang masuk bisa mencapai 400 sampai 550 liter per detik, maka masyarakat bisa menikmati air bersih secara maksimal. Namun karena debitnya tidak stabil, maka wilayah seperti Kerung-Kerung ikut terdampak," ujarnya.
Ia menjelaskan, PDAM Makassar sudah melakukan langkah percepatan solusi jangka panjang. Fitria mengungkapkan, PDAM Makassar juga menyiapkan dua solusi utama untuk memperkuat distribusi air ke wilayah utara dan kawasan terdampak lainnya.
Pertama, sudah dilakukan perbaikan intake dan pompa pada sistem pengelolaan pipa yang dikelola pihak ketiga, PT Teraya, yang telah rampung. Selain itu, PDAM juga mulai melakukan penyambungan pipa baru dari jalur CPJ dan Somba Opu menuju wilayah utara sebagai alternatif distribusi tambahan.
"Proses pengerjaan selesai masyarakat dapat kembali menikmati suplai air yang lebih stabil," tambahnya.
