Kronologi Wanita Ditemukan Tewas Tergantung di BTP Makassar dengan Luka Lebam

Kronologi Wanita Ditemukan Tewas Tergantung di BTP Makassar dengan Luka Lebam

Reindhard Soplantila - detikSulsel
Jumat, 10 Jul 2026 18:35 WIB
Jenazah wanita muda ditemukan tewas tergantung di BTP Makassar dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel.
Jenazah wanita muda ditemukan tewas tergantung di BTP Makassar dibawa ke Biddokkes Polda Sulsel. Foto: (Reindhard Soplantila/detikSulsel)
Makassar -

Wanita muda berinisial AATPA (23) ditemukan tewas tergantung di kosnya di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Korban disebut mengalami luka lebam dan terdapat bercak darah pada wajahnya.

Penemuan korban bermula ketika anak pemilik kos bernama Putri curiga karena pintu kamar kos korban di Jalan Bontoramba, sekitar Bumi Tamalanrea Permai (BTP), dalam kondisi terbuka, Kamis (9/7) malam. Namun saat itu, saksi tidak menemukan korban di dalam kamar.

"Awalnya saksi anak pemilik kos menemukan kamar kos korban dalam keadaan terbuka. Saksi mengecek kamar korban namun tidak melihat korban berada di dalam kamarnya," ujar Kanit Reskrim Polsek Tamalanrea, Iptu Ismail kepada wartawan, Jumat (10/7/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Anak pemilik kos itu lantas mencoba menelepon korban namun tidak ada jawaban. Ia lantas meminta adiknya untuk mencari korban, hingga belakangan ditemukan dalam kondisi tewas tergantung di tiang balkon.

"Korban meninggal dunia dalam posisi tergantung di tiang kanopi yang berada di balkon gedung kos," katanya.

ADVERTISEMENT

Polisi yang menerima laporan kemudian datang mengevakuasi korban. Selanjutnya jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk diproses lebih lanjut.

Ada Luka Lebam dan Bercak Darah

Ayah korban, Andi Baso Ryadi Mappasulle menuturkan, pihaknya awalnya dihubungi pihak kepolisian ketika anaknya ditemukan tewas. Saat itu, ia yang sedang berada di kampung halaman di Kabupaten Bulukumba langsung berangkat ke Makassar.

"Tadi malam saya mendengar berita dari Pak Kanit di Polsek Tamalanrea saya lansung meluncur ke Makassar. Di tengah jalan saya dimintai persetujuan untuk autopsi, nah saya bilang tunggu saya, saya mau melihat kondisi anak saya," ujar Andi Baso kepada wartawan, Jumat (10/7).

Setelah tiba di Makassar, Andi Baso langsung menuju Rumah Sakit Bhayangkara untuk melihat kondisi anaknya. Dia pun mengaku melihat luka lebam dan bercak darah pada wajah anaknya.

"Saya lihat ada lebam di pipi kanan ya, terus ada bercak-bercak di mukanya (wajahnya) itu," ujar ayah korban," ungkapnya.

Andi Baso pun langsung memutuskan untuk menyetujui autopsi setelah melihat kondisi anaknya. Menurutnya, kematian anaknya tidak wajar sehingga perlu dilakukan pendalaman.

"Saya langsung mengambil keputusan untuk melakukan autopsi karena saya melihat ada ketidakwajaran. Selebihnya saya serahkan ke petugas Dan saya yakin petugas akan bekerja profesional," ujarnya.

Andi Baso mengatakan bahwa anaknya merupakan sosok pendiam. Korban hanya beberapa kali curhat kepada kakaknya terkait permasalahan pekerjaan sebelum ditemukan meninggal dunia.

"Sampai sekarang kita tidak pernah dengar masalah dari dia, cuman dia memang biasa mengeluh sama kakaknya saja. Dia sering mengeluh soal pekerjaan, padahal sudah di sudah dipersiapkan untuk mendaftar di CPNS," bebernya.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads