Pemkot Makassar Tertibkan Pedagang Pasar Tumpah di Jalan AMD Manggala

Pemkot Makassar Tertibkan Pedagang Pasar Tumpah di Jalan AMD Manggala

Andi Nur Isman Sofyan - detikSulsel
Sabtu, 04 Jul 2026 10:20 WIB
Penertiban PKL di Manggala, Makassar.
Penertiban PKL di Manggala, Makassar. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar melalui Kecamatan Manggala, kembali melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL) yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum). Penertiban berlangsung kondusif tanpa adanya konflik dengan petugas.

Penataan kawasan pasar tumpah jongkok di Jalan AMD, Kelurahan Manggala, Kecamatan Manggala, itu berlangsung pada Kamis (2/7/2026). Camat Manggala, Ahmad mengatakan penertiban bukan dilakukan secara tiba-tiba, melainkan melalui tahapan sosialisasi dan komunikasi intensif bersama lurah, RT/RW, serta para pedagang.

"Ada sekitar 30 lapak direlokasi, sejak awal kami mengedepankan sosialisasi dan pendekatan persuasif. Tiga kali surat teguran sudah kami layangkan, lurah bersama RT dan RW juga terus turun memberikan pemahaman kepada para pedagang," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Bahkan, setelah lebih dari 20 tahun atau dua dekade kawasan tersebut dipenuhi lapak pedagang yang menggunakan badan jalan dan menutup saluran drainase, sebagian besar pedagang memilih membongkar lapaknya secara mandiri.

"Penataan tersebut sekaligus menjawab keluhan masyarakat mengenai kemacetan, penyempitan badan jalan, hingga banjir akibat drainase yang tertutup lapak dan bangunan semi permanen," jelas Ahmad.

ADVERTISEMENT

Kini, wajah Jalan AMD tampak jauh lebih tertib, badan jalan kembali terbuka sehingga arus lalu lintas menjadi lebih lancar. Sementara saluran drainase dapat difungsikan kembali untuk mengurangi potensi genangan saat musim hujan.

Lebih lanjut Ahmad menjelaskan, kawasan tersebut menjadi salah satu titik kemacetan terparah di Kecamatan Manggala, terutama pada akhir pekan. Aktivitas jual beli yang berlangsung di atas badan jalan menyebabkan kendaraan berhenti di tengah jalan sehingga mengganggu pengguna jalan lainnya.

"Kalau dilihat, drainase ditutup sehingga air tidak mengalir dengan baik. Saat hujan di pinggir jalan dan kawasan ini selalu tergenang. Karena itu penataan ini dilakukan demi kepentingan masyarakat yang lebih luas," tutur Ahmad.

Ahmad menegaskan penataan tidak berhenti di Jalan AMD. Pemerintah Kecamatan Manggala akan terus melakukan pengawasan agar lapak tidak kembali berdiri di atas drainase maupun badan jalan.

"Kami akan terus turun melakukan pengawasan. Pengalaman selama ini, dua atau tiga hari setelah ditertibkan biasanya pedagang kembali lagi. Karena itu pembongkaran dilakukan secara total agar kawasan tetap tertib," katanya.

Ia mengungkapkan, sejak menjabat sebagai Camat Manggala, penataan serupa telah dilakukan di sejumlah titik, seperti Jalan Tamangapa Raya, Jalan Baruga, Kelurahan Biring Romang, Kelurahan Antang, Kelurahan Borong, hingga kini Kelurahan Manggala.

Secara keseluruhan, ratusan lapak liar telah berhasil ditata melalui pendekatan persuasif tanpa menimbulkan konflik di tengah masyarakat. Ke depan, penataan akan dilanjutkan di kawasan Pasar Borong yang selama ini juga menjadi titik kemacetan akibat aktivitas pasar tumpah dan lapak yang menggunakan bahu jalan.

Ahmad menegaskan keberhasilan penataan tersebut merupakan hasil kolaborasi lintas sektor, mulai dari pemerintah kecamatan, kelurahan, RT/RW, Satpol PP, Dinas Pekerjaan Umum, Perumda Pasar Makassar Raya, hingga dukungan penuh Pemerintah Kota Makassar.

"Tujuan kami bukan melarang masyarakat mencari nafkah, tetapi mengatur agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu ketertiban, keselamatan pengguna jalan, maupun fungsi drainase," tutupnya.




(asm/sar)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads