19 Pedagang Kelapa Depan Benteng Rotterdam Makassar Direlokasi ke Pasar Baru

19 Pedagang Kelapa Depan Benteng Rotterdam Makassar Direlokasi ke Pasar Baru

Osmawanti Panggalo - detikSulsel
Kamis, 25 Jun 2026 16:00 WIB
19 lapak pedagang kelapa di depan Benteng Rotterdam Makassar ditertibkan.
Foto: 19 lapak pedagang kelapa di depan Benteng Rotterdam Makassar ditertibkan. (Osmawanti/detikSulsel)
Makassar -

Sebanyak 19 lapak pedagang es kelapa ditertibkan usai berdagang di atas trotoar dan drainase depan Benteng Rotterdam Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Puluhan pedagang kaki lima itu kemudian direlokasi ke kawasan Pasar Kampung Baru.

"Saat ini ada kurang lebih 19 lapak yang kita lakukan penataan, mereka melakukan pembongkaran lapak sendiri secara mandiri," kata Plt Asisten I Bidang Pemerintahan Kota Makassar, Andi Irwan Bangsawan dalam keterangannya, Kamis (25/6/2026).

Andi Irwan menegaskan penertiban berlangsung humanis. Pemkot Makassar melakukan penertiban setelah sebelumnya sempat memberikan surat peringatan kepada para pedagang.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami sudah memberikan peringatan sampai yang ketiga. Alhamdulillah pagi ini kita melakukan pembenahan secara bersama-sama, bukan penertiban atau pembongkaran secara paksa," ujarnya.

Dia menjelaskan, penertiban PKL ini bagian dari penataan kawasan perkotaan. Hal ini juga bentuk dari penegakan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2014 tentang Ketenteraman dan Ketertiban Umum.

ADVERTISEMENT

"Penertiban ini, bagian dari pelaksanaan aturan daerah. Kawasan tersebut merupakan pedestrian atau fasilitas publik yang diperuntukkan bagi pejalan kaki. Alhamdulillah para pedagang memahami hal tersebut dan bersedia membongkar lapaknya secara mandiri," jelasnya.

Sedikitnya sekitar 30 unit truk disiapkan guna memperlancar proses relokasi. Proses penertiban atas dukungan TNI-Polri, Satpol PP, Dinas Pemadam Kebakaran, aparat kecamatan, kelurahan, serta masyarakat sekitar.

"Kami juga telah menyiapkan lokasi relokasi di sekitar Pasar Kampung Baru. Kalau ada barang yang ingin dibawa ke sana, semuanya Pemerintah Kota bantu," beber Andi Irwan.

Sementara itu, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar menambahkan, pihaknya sudah melakukan sosialisasi sebelum dilakukan penertiban. Sejumlah pedagang pun memilih membongkar lapaknya secara mandiri.

"Kami akan kembali membuka komunikasi dengan pedagang, agar tidak langgar aturan. Pendekatannya tetap sama, yakni dialog, edukasi, dan solusi bersama," tutur Nanin.

Diketahui, penertiban lapak pedagang es kelapa digelar di depan Benteng Rotterdam hingga sepanjang Jalan Ujung Pandang Makassar, Kamis (25/6). Pedagang sempat mengajukan protes meminta agar alat berat tidak diturunkan untuk melakukan pembongkaran.



(sar/ata)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads