Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar mulai melakukan penataan dan perbaikan kembali trotoar di Jalan Tinumbu, Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Trotoar tersebut dibangun di lokasi bekas penertiban pedagang kaki lima (PKL).
"Pemkot Makassar melalui Dinas PU Bidang Jalan dan Jembatan bergerak cepat melakukan penataan kembali fasilitas publik demi menciptakan tata kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman," ujar Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kota Makassar, Zuhaelsi Zubir, Kamis (25/6/2026).
Zuhaelsi mengatakan penataan trotoar merupakan bagian dari komitmen Pemkot Makassar dalam mengembalikan fungsi ruang publik sesuai peruntukannya sekaligus meningkatkan kualitas infrastruktur perkotaan. Menurutnya, kawasan yang ditata berada di samping SMK Negeri 4 Makassar dan menjadi salah satu jalur yang cukup padat dilalui masyarakat setiap hari.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Setelah dilakukan pembongkaran bangunan yang berada di atas saluran air, kami langsung melakukan penataan kawasan agar dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat," jelas Zuhaelsi.
Dia menjelaskan, pekerjaan yang dilakukan meliputi pembangunan kembali trotoar dengan lebar sekitar 170 sentimeter sepanjang 70 meter. Dimensi tersebut dirancang untuk memberikan ruang gerak yang lebih nyaman bagi pejalan kaki sekaligus mendukung aksesibilitas kawasan.
Menurut Zuhaelsi, penataan trotoar ini memiliki sejumlah manfaat, terutama mengembalikan hak pejalan kaki yang selama ini kerap terganggu akibat penyalahgunaan ruang publik. Dengan kondisi trotoar yang lebih baik, masyarakat dapat berjalan dengan aman dan nyaman tanpa hambatan.
Selain itu, penataan dilakukan dengan tetap mempertahankan akses terhadap saluran drainase yang berada di bawah trotoar. Hal ini penting agar proses pemeliharaan, inspeksi, maupun pembersihan sedimen dapat dilakukan secara berkala oleh petugas di lapangan.
"Penataan ini tidak hanya memperbaiki tampilan kawasan, tetapi juga mendukung fungsi drainase. Dengan akses yang terbuka, petugas dapat lebih mudah melakukan pemeliharaan sehingga saluran tetap berfungsi optimal," katanya.
Lebih lanjut, Zuhaelsi menuturkan bahwa normalisasi kawasan Jalan Tinumbu juga menjadi bagian dari langkah antisipatif Pemkot Makassar dalam menghadapi musim hujan dan potensi banjir. Saluran yang bersih dan bebas dari hambatan diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran air sehingga risiko genangan maupun banjir di kawasan tersebut dapat diminimalkan.
"Ketika saluran berfungsi dengan baik dan bebas sumbatan, aliran air menjadi lebih lancar. Ini menjadi salah satu upaya kita untuk mengurangi potensi genangan dan banjir saat curah hujan tinggi," tambahnya.
Dia menegaskan, penataan trotoar Jalan Tinumbu juga menjadi langkah awal dari program pembenahan lanjutan terhadap seluruh lokasi hasil penertiban PKL dan bangunan yang melanggar fungsi ruang publik di Kota Makassar. Pemkot Makassar berkomitmen tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memastikan setiap kawasan yang telah ditata kembali dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat.
"Kami ingin setiap lokasi yang telah ditertibkan dapat berubah menjadi ruang yang lebih tertata, bersih, aman, dan nyaman. Karena tujuan akhirnya adalah menghadirkan kota yang lebih baik bagi seluruh warga Makassar," tutup Zuhaelsi.
