Pemotor Ancam Pendemo Pakai Parang di Makassar Diduga Kesal Jalan Ditutup

Pemotor Ancam Pendemo Pakai Parang di Makassar Diduga Kesal Jalan Ditutup

Sahrul Alim - detikSulsel
Rabu, 17 Jun 2026 13:29 WIB
Viral di media sosial pengendara motor bawa parang ancam pendemo di Makassar.
Foto: Viral di media sosial pengendara motor bawa parang ancam pendemo di Makassar. (dok.
Makassar -

Viral di media sosial pendemo di Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), menggunakan pakai parang oleh seorang pengendara motor yang belum diketahui identitasnya. Terduga pelaku diduga kesal saat massa aksi unjuk rasa menutup jalan.

Peristiwa ini terjadi saat massa dari Badko Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sulsel menggelar aksi di kawasan Flyover, Jalan AP Pettarani, Senin (15/6/2026) sore. Kejadian berawal saat seorang pengendara menerobos barisan massa aksi saat jalan ditutup.

"Pada saat demo berlangsung 30 menit, arah ke DPRD Provinsi setelah demo di Flyover sama teman-teman. Jadi ada memang awalnya pengendara emosi karena terganggu perjalanannya, dia menerobos," kata Korlap Aksi, Muhammad Rafly Tanda kepada detikSulsel, Rabu (17/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rafly menyebut pengendara motor tersebut diduga emosinya tersulut saat jalan ditutup. Hingga akhirnya nekat menerobos dan terjadi cekcok dengan pendemo.

"Sudah resah mungkin emosionalnya tinggi, dia terobos barisan sambil marah-marah. Dia bilang, 'tunggu nah', sambil emosi," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Cekcok tersebut tak berlangsung lama dan massa aksi kembali menggelar aksi demonstrasi dan rencananya akan menuju kantor sementara DPRD Sulsel. Saat di jalan, pengendara tersebut kembali dengan membawa parang.

"Tapi teman-teman kembali aksi, dan saat menuju DPRD Sulsel, di Pettarani, di kapsul jalan. Tiba-tiba dia datang bawa parang dari belakang. Dua orang, dia dibonceng sama temannya. Saya pastikan dia orangnya. Dia kembali," jelasnya.

Rafly memastikan kejadian ini sifatnya insidentil dan tidak terkait teror dari kelompok tertentu. Kejadian ini murni karena kekesalan seorang pengendara yang tidak terima jalan ditutup.

"Tidak ada (bukan teror terorganisir), murni pengendara yang emosi. Memang kesannya kalau dilihat dari video seolah-olah ini teror terorganisir, bukan. Kejadian sebenarnya pengendara emosi karena dihalangi jalannya," imbuhnya.

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Panakkukang Iptu Uji Mughni mengaku belum menerima laporan terkait insiden tersebut. Meski demikian, dia memastikan menyelidiki kejadian ini.

"Belum ada laporan, saya juga cuma monitor dari medsos. Pasti kami akan selidiki," jelas Uji.

Dari video beredar di medsos, terlihat seorang pengendara motor berusaha menerobos barisan massa aksi yang memenuhi badan jalan. Saat melintas di tengah kerumunan, pengendara itu kehilangan kendali hingga terjatuh bersama sepeda motornya.

Sejumlah massa aksi kemudian mendekati pengendara tersebut hingga terjadi adu mulut. Suasana di lokasi tampak memanas ketika beberapa orang terlihat mengerumuni pengendara tersebut.

Pada penggalan video lainnya, pengendara yang diduga orang yang sama kembali mendatangi lokasi aksi. Kali ini, dia terlihat membawa sebilah parang sambil menghampiri kerumunan massa.

Pengendara itu tampak mengacungkan senjata tajam diduga menantang massa aksi. Sejumlah massa kemudian bergerak namun terduga pelaku langsung kabur dari lokasi bersama rekannya.



(sar/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads