Adu Mulut Berujung Penikaman Sesama Napi di Lapas Makassar

Adu Mulut Berujung Penikaman Sesama Napi di Lapas Makassar

Tim detiksulsel - detikSulsel
Rabu, 17 Jun 2026 08:30 WIB
The greatest fear, an intruder in the house.
Foto: iStock
Makassar -

Seorang warga binaan Lapas Makassar berinisial MC diduga ditikam oleh sesama napi usai dituding membongkar pesta narkoba di dalam sel. Namun, pihak Kanwil Direktorat Jenderal Pemasyarakatan membantah dan menyebut insiden itu dipicu kesalahpahaman.

Kepala Kanwil Ditjenpas Sulsel Mulyadi mengatakan napi MC dikeroyok hingga ditikam sesama napi akibat membuat keributan di Lapas Kelas I Makassar. Menurutnya, insiden itu terungkap setelah pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap empat warga binaan Lapas Makassar, Senin (15/6).

"Salah seorang warga binaan yang baru menempati kamar beberapa kali mendapat teguran dari penghuni lainnya karena dianggap mengganggu ketertiban, khususnya pada saat pelaksanaan ibadah salat," kata Mulyadi dalam keterangannya, Selasa (16/6/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Mulyadi menyebut teguran itu demi menjaga kenyamanan bersama tersebut. Namun teguran itu justru memicu adu mulut yang berujung pada perkelahian antar warga binaan di Lapas Kelas I Makassar pada 25 Mei lalu.

"Keributan yang terjadi juga melibatkan beberapa warga binaan lain yang berada di lokasi kejadian sehingga menyebabkan terjadinya tindakan kekerasan fisik," jelasnya.

ADVERTISEMENT

Mulyadi mengatakan, napi MC yang mengalami penganiayaan sudah pulih. Dia memastikan kondisi napi sudah baik setelah mendapatkan perawatan.

"Luka yang dialami telah sembuh, tidak ditemukan tanda-tanda infeksi maupun keluhan lanjutan, serta yang bersangkutan telah dapat beraktivitas normal sebagaimana mestinya," tambah Mulyadi.

Mulyadi memastikan pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan urine terhadap napi Lapas Makassar. Hal ini untuk memastikan dugaan penyalahgunaan narkotika di balik kasus tersebut.

"Tim Satops Patnal Kanwil Ditjenpas Sulsel juga melaksanakan tes urine terhadap keempat warga binaan yang terlibat. Hasilnya menunjukkan bahwa seluruh warga binaan tersebut dinyatakan negatif dari penyalahgunaan narkoba," imbuhnya.

"Hasil pemeriksaan serta tes urine yang telah dilakukan menunjukkan bahwa insiden tersebut tidak terkait dengan penyalahgunaan narkoba sebagaimana yang diberitakan," tegas Mulyadi.

Muncul Narasi MC Diduga Ditikam gegara Bongkar Pesta Narkoba di Sel

Kasus penikaman yang dialami oleh napi MC di Lapas Makassar sempat viral di media sosial. Muncul narasi MC disebut-sebut diduga menjadi korban penikaman sesama napi usai dituding membongkar pesta narkoba di dalam sel.

Perkara ini juga sempat mendapat perhatian dari Anggota Komisi XIII DPR RI, Meity Rahmatia. Dia menilai dugaan itu perlu ditangani secara serius.

"Jika terbukti benar, maka kejadian ini menunjukkan adanya persoalan yang harus segera ditangani secara serius dan menyeluruh. Lapas harus menjadi tempat pembinaan, bukan tempat berkembangnya praktik yang bertentangan dengan hukum," ujar Meity melalui keterangan tertulisnya.

Meity sebelumnya juga sempat menyinggung bahwa pemberantasan peredaran narkoba di dalam lapas harus konsisten melalui penguatan deteksi dini, peningkatan integritas petugas, pemanfaatan teknologi pengamanan, dan pengawasan yang lebih efektif. Selain itu, kelebihan kapasitas penghuni lapas dan rutan juga perlu dicarikan solusi.

"Negara tidak boleh kalah terhadap jaringan narkotika yang mencoba beroperasi dari balik tembok penjara. Saya mendorong Kemenimipas untuk mengambil langkah tegas dan terukur guna memastikan lapas benar-benar bersih dari narkoba, kekerasan, dan berbagai bentuk pelanggaran lainnya," katanya menegaskan.




(hmw/hmw)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads