Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap hasil analisis aksi geng motor yang kian marak dan meresahkan di Kota Makassar. Salah satunya diduga terkait dengan kepentingan politik.
Djuhandani awalnya menyebut jika aksi tersebut juga diduga karena spontanitas sekumpulan anak muda. Dari situ, mereka terpacu untuk kebut-kebutan di jalan hingga melakukan aksi kejahatan.
"Hasil evaluasi kita tidak ada pengendalian. Ini spontanitas sekumpulan anak-anak yang mungkin terhadap kehidupan sosial masyarakat mereka berkumpul bersama. Kebersamaan ini membawa mereka kebut-kebutan dan lain sebagainya menjadi sebuah kejahatan," ujar Djuhandani dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (30/5/2026).
Dia lantas mengungkap hasil analisis intelijen terkait aksi geng motor di Makassar. Pihaknya mendapatkan informasi jika pergerakan ini berkaitan dengan politik.
"Namun berdasarkan hasil analisis intelijen, kesempatan ini juga kami sampaikan, kami juga mendapatkan informasi-informasi terkait pergerakan di masyarakat yang berkaitan dengan politik," bebernya.
Karena itu, Dhujandani telah memerintahkan jajarannya untuk sigap dalam bertindak. Jika membuat situasi tidak kondusif, maka jajarannya diminta untuk melakukan penegakan hukum.
"Saya sampaikan kepada Kapolres Jajaran, manakala itu membuat situasi tidak kondusif di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, cuma satu, gebuk. Hantam penegakan hukum," ujar dia.
"Ini saya sampaikan, ada beberapa kelompok-kelompok masyarakat, organisasi masyarakat yang bertujuan untuk kepentingan politik tertentu," tegasnya lagi.
Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
(asm/hsr)