Kapolda Ungkap Geng Motor di Makassar Diduga Ditunggangi Kepentingan Politik

Kapolda Ungkap Geng Motor di Makassar Diduga Ditunggangi Kepentingan Politik

Sahrul Alim - detikSulsel
Sabtu, 30 Mei 2026 17:58 WIB
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro saat konferensi pers di Mapolrestabes Makassar, Selasa (26/5/2026).
Kapolda Sulsel Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro saat konferensi pers. Foto: (Sahrul Alim/detikSulsel)
Makassar -

Kapolda Sulawesi Selatan (Sulsel) Irjen Djuhandhani Rahardjo Puro mengungkap hasil analisis aksi geng motor yang kian marak dan meresahkan di Kota Makassar. Salah satunya diduga terkait dengan kepentingan politik.

Djuhandani awalnya menyebut jika aksi tersebut juga diduga karena spontanitas sekumpulan anak muda. Dari situ, mereka terpacu untuk kebut-kebutan di jalan hingga melakukan aksi kejahatan.

"Hasil evaluasi kita tidak ada pengendalian. Ini spontanitas sekumpulan anak-anak yang mungkin terhadap kehidupan sosial masyarakat mereka berkumpul bersama. Kebersamaan ini membawa mereka kebut-kebutan dan lain sebagainya menjadi sebuah kejahatan," ujar Djuhandani dalam konferensi pers, dikutip Sabtu (30/5/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia lantas mengungkap hasil analisis intelijen terkait aksi geng motor di Makassar. Pihaknya mendapatkan informasi jika pergerakan ini berkaitan dengan politik.

"Namun berdasarkan hasil analisis intelijen, kesempatan ini juga kami sampaikan, kami juga mendapatkan informasi-informasi terkait pergerakan di masyarakat yang berkaitan dengan politik," bebernya.

ADVERTISEMENT

Karena itu, Dhujandani telah memerintahkan jajarannya untuk sigap dalam bertindak. Jika membuat situasi tidak kondusif, maka jajarannya diminta untuk melakukan penegakan hukum.

"Saya sampaikan kepada Kapolres Jajaran, manakala itu membuat situasi tidak kondusif di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan, cuma satu, gebuk. Hantam penegakan hukum," ujar dia.

"Ini saya sampaikan, ada beberapa kelompok-kelompok masyarakat, organisasi masyarakat yang bertujuan untuk kepentingan politik tertentu," tegasnya lagi.

Polisi Tangkap 176 Pelaku Begal-Geng Motor

Polisi menangkap 176 pelaku kriminal jalanan alias begal dan geng motor di wilayah Sulsel dalam lima bulan atau hingga Mei 2026. Kasus terbanyak di Makassar yakni 63 kasus dengan 73 tersangka.

"Total laporan polisi yang diterima Satreskrim Polres jajaran sampai dengan saat ini sebanyak 148 laporan polisi, di mana kita sudah mengamankan 176 tersangka," ujar Djuhandhani.

Djuhandhani mengatakan Polrestabes Makassar mendominasi penanganan kasus begal dan kejahatan jalanan di Sulsel. Tercatat terdapat 63 laporan polisi dengan total 73 tersangka yang diamankan di wilayah hukum Polrestabes Makassar.

"Polrestabes Makassar terdapat 63 LP (Laporan Polisi) dengan 73 tersangka (paling banyak di antara polres lainnya)," ungkapnya.

Selain Makassar, daerah terbanyak kedua yakni di Polres Sidrap dengan 15 kasus dan 11 tersangka, disusul Polres Pinrang dengan 13 laporan polisi dan 13 tersangka. Polres Maros dan Polres Luwu Utara sama-sama menangani 9 laporan polisi dengan jumlah tersangka masing-masing 9 dan 11 tersangka.

Selanjutnya, Polres Parepare menangani 5 laporan polisi dengan 5 tersangka. Polres Gowa, Polres Pangkep dan Polres Enrekang masing-masing menangani 4 laporan polisi, dengan jumlah tersangka masing-masing 4 orang, 5 orang dan 4 orang.

Polres Barru, Polres Bone, Polres Takalar dan Polres Palopo sama-sama menangani 3 laporan polisi. Namun jumlah tersangkanya berbeda, yakni masing-masing 6 orang, 9 orang, 3 orang dan 9 orang.

Sementara Polres Bulukumba menangani 2 laporan polisi dengan 2 tersangka. Adapun Polres Wajo, Polres Jeneponto, Polres Tana Toraja, Polres Toraja Utara, Polres Luwu, Polres Luwu Timur dan Polres Selayar masing-masing menangani 1 laporan polisi.

Dari wilayah tersebut, Polres Luwu mengamankan 4 tersangka, Polres Selayar 2 tersangka, sedangkan Polres Wajo, Jeneponto, Tana Toraja, Toraja Utara dan Luwu Timur masing-masing 1 tersangka.

Sementara itu, Polres Soppeng, Polres Bantaeng dan Polres Sinjai tercatat nihil laporan polisi terkait kasus begal dan kejahatan jalanan selama periode tersebut.

Halaman 2 dari 3


Simak Video "Video: KLH Usut 19 Perusahaan Terkait Kebakaran Lahan 11 Ribu Hektare "
[Gambas:Video 20detik] (asm/hsr)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads