Pemerintah Kota Makassar, memastikan persiapan pelaksanaan event tahunan Makassar Half Marathon (MHM) 2026 yang akan diikuti 12.400 peserta akan memberikan dampak besar. Terutama bagi pelaku usaha perhotelan maupun usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).
Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin mengatakan pelaksanaan MHM 2026 ini bukan hanya menjadi ajang olahraga semata. Tetapi juga memberi dampak besar terhadap sektor ekonomi, pariwisata, hingga penguatan gaya hidup sehat masyarakat.
"Pelaksanaan kegiatan MHM ini. Kami berharap 12.400 peserta yang datang, termasuk keluarga, supporter, dan komunitas yang ikut hadir di Makassar, bisa memberikan dampak yang sangat baik bagi kota ini," ujar Appi saat konferensi pers di Trans Studio Mall (TSM) Makassar, Kamis (28/5/2026).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemkot Makassar memastikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan MHM 2026 yang diproyeksikan menjadi salah satu event lari terbesar di kawasan Indonesia Timur. Menurut Appi, MHM 2026 menjadi event olahraga internasional yang tidak hanya sukses dari sisi penyelenggaraan, tetapi juga memberi dampak nyata bagi perekonomian Kota Makassar.
Momentum ini sekaligus membuka peluang ekonomi yang luas bagi sektor perhotelan, restoran, transportasi, hingga pelaku UMKM lokal yang akan merasakan langsung dampak meningkatnya kunjungan ke Kota Makassar selama event berlangsung. Appi menyebut ribuan peserta yang hadir akan menjadi duta promosi Kota Makassar, melalui pengalaman mereka selama mengikuti event tersebut.
"Tentu, 12 ribu lebih peserta ini nantinya akan bercerita hal baik tentang Kota Makassar dan Makassar Half Marathon. Menurut saya, ini sudah menjadi event lari terbesar di wilayah Timur Indonesia, sehingga persiapan dengan matang," ujarnya.
Appi menyebut banyak daerah ingin menghadirkan event serupa, namun tidak semua mampu menciptakan antusiasme sebesar yang terjadi di Makassar. Apalagi, Kota Makassar punya keunggulan karena infrastruktur kota ini sudah dipersiapkan sejak beberapa tahun lalu.
"Jadi, kita tinggal memaksimalkan pelaksanaannya kegiatan MHM agar sesuai dengan harapan bersama, memberikan kenyamanan bagi peserta event ini," jelasnya.
"Kota Makassar menawarkan banyak hal yang dicari para runner. Kita punya makanan yang luar biasa, oleh-oleh khas, dan berbagai pengalaman yang mungkin tidak dimiliki kota lain," tambahnya.
Selain menjadi ajang olahraga dan prestasi, Appi mendorong event MHM ini sebagai bagian dari gerakan hidup sehat masyarakat. Ia menilai budaya hidup sehat perlu terus dibangun agar menjadi kebiasaan positif masyarakat Kota Makassar.
Lebih lanjut, Appi juga menekankan besarnya dampak ekonomi yang dihasilkan dari event berskala nasional dan internasional seperti Makassar Half Marathon. Menurut dia, tingkat hunian hotel di Kota Makassar meningkat signifikan menjelang pelaksanaan event.
"Kalau hari ini coba cari hotel yang dekat-dekat lokasi event, sudah hampir tidak ada kamar kosong untuk besok maupun minggu depan," ungkapnya.
Dia juga memperkirakan perputaran ekonomi yang tercipta sangat besar. Bahkan jika hanya separuh peserta membelanjakan uang sekitar Rp 1 juta selama berada di Makassar, maka dampaknya sudah sangat signifikan bagi pelaku usaha lokal.
"Kota Makassar tidak memiliki banyak sumber daya alam yang bisa dieksplorasi. Karena itu kita harus memaksimalkan potensi lokal dan menciptakan ikon-ikon yang membuat orang datang ke Makassar," lanjutnya.
Appi turut memastikan kesiapan infrastruktur penunjang pelaksanaan event berjalan optimal, termasuk penerangan jalan, keamanan jalur lari, hingga fasilitas pendukung lainnya. Mantan CEO PSM itu mengatakan berbagai evaluasi dari pelaksanaan tahun sebelumnya telah ditindaklanjuti, termasuk soal penerangan jalan yang sempat menjadi keluhan peserta.
"Tahun lalu banyak masukan soal lampu jalan yang masih gelap. Alhamdulillah sekarang sudah jauh lebih baik, walaupun masih ada penyesuaian," ujarnya.
Appi menegaskan bahwa faktor keselamatan peserta menjadi prioritas utama karena banyak pelari datang untuk mengejar catatan waktu terbaik atau personal best. Sebagai tuan rumah, harus memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan berjalan dengan baik. Mulai dari race director yang detail, asuransi peserta, sertifikasi rute, sampai keamanan lintasan.
"Para peserta pelari, mereka sudah punya standar pelaksanaan event. Keselamatan bukan hanya untuk peserta, tapi juga masyarakat yang dilalui jalur lari," jelasnya.
Selain aspek teknis perlombaan, Pemkot Makassar juga memberi perhatian terhadap kebersihan dan penanganan sampah selama event berlangsung. Selaku Wali Kota, Appi meminta panitia menjadikan Makassar Half Marathon sebagai contoh pelaksanaan event yang tertib dan ramah lingkungan.
"Gelas-gelas minuman tidak boleh dibuang sembarangan. Harus ada sistem pengelolaan yang baik dan ini sudah menjadi perhatian khusus panitia bersama Dewan Lingkungan," imbuh Appi.
Appi berharap Makassar Half Marathon terus berkembang dan menjadi ikon olahraga serta pariwisata Kota Makassar di masa mendatang.
"Tahun ini saya dapat data informasi, bahwa ada 12 ribu peserta, tahun depan saya mau 15 ribu peserta. Event ini harus terus tumbuh dan menjadi kebanggaan Kota Makassar," tutupnya.
