Appi Mau Aktifkan Pos Kamling Buntut Geng Motor Kian Brutal di Makassar

Appi Mau Aktifkan Pos Kamling Buntut Geng Motor Kian Brutal di Makassar

Nurul Hidayah - detikSulsel
Kamis, 14 Mei 2026 15:36 WIB
Wali Kota Makassar Munafri Appi Arifuddin.
Wali Kota Makassar Munafri 'Appi' Arifuddin. Foto: (dok. istimewa)
Makassar -

Wali Kota Makassar, Munafri 'Appi' Arifuddin akan mengaktifkan kembali pos keamanan lingkungan (pos kamling) buntut aksi geng motor yang kian meresahkan warga di sejumlah wilayah di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat keamanan lingkungan sekaligus mendukung aparat kepolisian menjaga stabilitas keamanan di Kota Makassar.

"Pos kamling akan kita aktifkan kembali," kata Appi kepada wartawan di Kantor Balai Kota Makassar, Rabu (13/5/2026).

Appi mengatakan, Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar telah berkoordinasi dengan unsur TNI-Polri hingga aparat wilayah ditingkat kecamatan untuk mendukung pengaktifan kembali pos kamling. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga keamanan lingkungan dari tingkat paling dasar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami akan memastikan camat, lurah hingga RT/RW bergerak bersama menjaga lingkungan masing-masing demi menciptakan rasa aman," ujarnya.

Menurut Appi, persoalan maraknya geng motor bukan hanya menjadi tanggung jawab aparat kepolisian semata. Dia menilai peran masyarakat dan keluarga sangat penting sebagai garda terdepan dalam pembinaan sikap dan karakter generasi muda.

ADVERTISEMENT

"Peran keluarga sangat penting dalam memberikan pemahaman kepada anak-anak kita tentang bahaya dan konsekuensi dari tindakan kriminal seperti geng motor," jelasnya.

Appi juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar upaya pencegahan hingga penindakan terhadap geng motor tersebut dapat berjalan maksimal. Dia optimistis pemberantasan geng motor akan lebih efektif dengan dukungan seluruh pihak dan partisipasi aktif masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, ia turut mengapresiasi jajaran Polrestabes Makassar dan seluruh Polsek yang dinilai aktif menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dia memastikan Pemkot Makassar siap memberikan dukungan penuh kepada aparat kepolisian untuk menindak geng motor tersebut.

"Terima kasih kepada Bapak Kapolrestabes beserta seluruh jajaran atas dedikasi yang telah dilakukan, tentu apa yang menjadi kebutuhan untuk mendukung tugas-tugas pengamanan akan kami support secara penuh," tuturnya.

Terkait langkah aparat kepolisian yang disebut akan mengambil tindakan tegas terhadap geng motor yang bertindak sadis, Appi menyerahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian. Menurutnya, hal tersebut merupakan bagian dari kewenangan dan prosedur internal kepolisian.

"Itu, tentu menjadi ranah kepolisian. Saya melihat itu bagian dari prosedur atau protap yang mereka miliki. Kita serahkan kepada aturan yang berlaku di institusi kepolisian," pungkasnya.

Diketahui aksi geng motor yang kian brutal di Makassar menjadi sorotan sana-sini. Peran serta seluruh pihak dan ketegasan hukum menjadi beberapa upaya yang bisa dilakukan.

Terbaru, aksi geng motor brutal terjadi di Jalan Abu Bakar Lambogo (Ablam), Kecamatan Makassar, Minggu (10/5) sekitar pukul 01.00 Wita. Seorang bocah bernama Hilal (13) diserang secara brutal saat nongkrong di sekitar lokasi kejadian.

Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana mengatakan total 5 orang pelaku penyerangan telah diamankan. Kelima pelaku masing-masing bernama Farhan Galuh Ilfah (19), M Yasmin Mulfa (19), Muhammad Aswar (19), Ahmad Fadil (19), dan Muh Rifky (18).

"Kemarin kami sudah lakukan penyidikan, awalnya tertangkap 2 orang dan alhamdulilah hari ini sudah tertangkap sebanyak 5 orang pelaku," kata Kombes Arya saat konferensi pers di kantornya, Selasa (12/5).

Arya pun memerintahkan jajarannya menembak di tempat pelaku geng motor yang mengancam nyawa masyarakat. Namun, ia tetap menekankan penindakan dilakukan secara terukur apabila situasi tidak mengancam keselamatan jiwa.

"Kalau memang pelaku kejahatan itu sudah mengancam nyawa masyarakat, perintah saya tembak di tempat. Ada polisi di situ, dia mengancam nyawa masyarakat di situ dengan parang atau mungkin dengan senjata lainnya, tembak di tempat," jelasnya.



(asm/sar)

Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama berkomentar di sini
Hide Ads