Massa Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) mulai menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day 2026 di depan kantor sementara DPRD Sulawesi Selatan (Sulsel) di Jalan AP Pettarani. Polisi pun merekayasa arus lalu lintas (lalin) untuk menghindari terjadinya kemacetan parah.
Pantauan di lokasi, Jumat (1/5/2026), massa aksi memadati Jalan AP Pettarani tepat di depan kantor sementara DPRD Sulsel sekitar pukul 11.40 Wita. Mereka mengenakan seragam putih biru dan memarkirkan motor di badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas.
Polisi tampak menutup akses jalan dari arah Jalan Sultan Alauddin menuju Fly Over. Pengendara dialihkan melintas ke Jalan Nikel dan tembus ke Jalan Pelita untuk kembali ke Jalan AP Pettarani.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini diarahkan ke belakang (Jalan Nikel Raya), nanti tembusnya di ujung Pelita Utara. Jadi tetap kembali ke Pettarani," kata Anggota Satlantas Polrestabes Makassar Bripka Mahir Daeng Rani, kepada detikSulsel di lokasi.
Mahir mengatakan aparat melakukan rekayasa karena massa menutup seluruh badan jalan. Demi menjaga kondusivitas, pengendara dari arah Jalan Alauddin diarahkan berbelok ke Jalan Nikel sebelum Taman Pakui Sayang.
"Seandainya masih ada tersisa satu lajur untuk pengendara, maka kami akan lewatkan kendaraan di situ," tuturnya.
"Jadi jalan satu-satunya kami buka beton di sini, kerja sama dengan masyarakat dan pendemo, agar masyarakat tetap bisa lewat," lanjutnya.
Sementara itu, kondisi lalin di area Jalan Nikel tampak ramai lancar. Kendaraan roda empat dan roda dua terlihat mulai memadati jalur alternatif tersebut.
Mahir mengimbau pengendara yang ingin melintas dari arah Jalan Alauddin menuju Jalan Urip Sumohardjo untuk mencari jalur alternatif lain. Hal ini guna mengantisipasi kemacetan parah dengan tetap menghormati hak buruh dalam menyampaikan aspirasi.
"Kami merekayasa arus agar masyarakat bisa menuju tujuannya dengan lancar. Di sisi lain, rekan-rekan buruh juga tetap bisa melaksanakan kegiatannya hari ini," tutupnya.
