Serikat buruh akan menggelar peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di sejumlah titik di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel) besok. Polisi mengimbau pengendara menghindari titik rawan kemacetan seperti di fly over hingga sejumlah kampus di Makassar.
"Sejumlah titik rawan macet, yakni kawasan flyover Jalan Urip Sumoharjo, Jalan Sultan Alauddin depan kampus Unismuh, Jalan AP Pettarani depan Kampus UNM," ujar Kapolrestabes Makassar Kombes Arya Perdana kepada detikSulsel, Kamis (30/4/2026).
Pihaknya mengimbau agar pengendara menghindari titik tersebut, khususnya kendaraan roda empat dengan ukuran jumbo. Pengaturan lalu lintas saat unjuk rasa mulai dilakukan pada pukul 09.00 hingga 18.00 Wita.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jadi kami mengimbau kendaraan berat seperti truk, kontainer, mobil box, dan mobil tangki Pertamina agar tidak melintas di jalur unjuk rasa guna mengurangi kemacetan dan potensi gangguan keamanan," katanya.
6 Titik Kemacetan di Makassar Saat Demo Hari Buruh
Berdasarkan identifikasi kepolisian, berikut titik rawan kemacetan saat demo serikat buruh di Makassar:
- Jalan Alauddin
- Jalan Urip Sumoharjo
- Fly Over
- Universitas Muslim Indonesia (UMI)
- Universitas Negeri Makassar (UNM) Perttarani
- Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Alauddin
2.000 Polisi Kawal Demo Hari Buruh di Makassar
Sebanyak 2.000 lebih personel polisi dikerahkan untuk melakukan pengamanan saat demo memperingati May Day 2026 besok. Ribuan personel akan disebar ke beberapa titik aksi unjuk rasa.
"Personel kurang lebih gabungan Polrestabes dengan Polda itu ada sekitar 2.000 lebih yang kami terjunkan," ujar Arya.
Arya menyebut May Day akan diperingati kelompok buruh dengan menggelar aksi di jalan. Meski demikian, pihaknya telah berkomitmen dengan massa untuk tertib saat berunjuk rasa.
"Para kelompok buruh telah berkomitmen untuk menjaga ketertiban selama aksi unjuk rasa berlangsung. Mereka sudah menyatakan akan melaksanakannya dengan tertib dan mereka menjamin tidak ada bakar ban dan tidak menutup jalan dengan penuh. Artinya memang ramai begitu, para buruh ini ramai," katanya.
(ata/sar)











































