Seorang nelayan berinisial MI alias Adi (30) di Pulau Kodingareng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel), tewas usai ditikam tetangganya sendiri, IN alias Iccang (40). Keduanya sempat cekcok gegara anak mereka berkelahi.
Penikaman itu terjadi di samping Masjid Al-Badar, Pulau Kodingareng, Kecamatan Sangkarrang, Makassar, Senin (20/4) sekitar pukul 19.30 Wita. Kasus ini bermula dari persoalan anak korban dan pelaku yang terlibat perkelahian.
"Awalnya permasalahan hanya terjadi antar anak-anak, namun kemudian orang tua turut mencampuri hingga berujung pada pertikaian yang menyebabkan hilangnya nyawa," ujar Kasubsi Penmas Polres Pelabuhan Aipda Adil dalam keterangannya, Selasa (21/4/2026).
Adil mengatakan awalnya korban yang mendatangi pelaku hingga terjadi cekcok yang berujung perkelahian. Korban diduga lebih dulu menyerang pelaku menggunakan senjata tajam, sehingga pelaku mengalami luka di kedua tangannya.
"Selanjutnya pelaku berlari menuju rumahnya untuk mengambil sebilah pisau, kemudian kembali mendatangi korban dan langsung melakukan penikaman sebanyak 2 kali pada bagian perut korban," terangnya.
Akibat penikaman tersebut, korban mengalami luka serius dan meninggal dunia. Setelah melakukan penikaman, pelaku mendatangi rumah orang tuanya di Pulau Barrang Caddi untuk melaporkan kejadian tersebut.
"Pelaku kemudian meminta bantuan kepada sepupunya untuk mengantarkannya ke Kota Makassar guna menyerahkan diri kepada pihak Kepolisian. Pada saat pelaku menuju Kota Makassar menggunakan kapal kecil, pelaku membuang barang bukti berupa sebilah pisau ke tengah laut," jelasnya.
Pelaku saat ini telah diamankan dan menjalani proses hukum lebih lanjut. Pelaku telah ditetapkan sebagai tersangka dengan ancaman Pasal 466 ayat (3) KUHP meski berpotensi adanya unsur perencanaan.
"Karena terdapat indikasi unsur perencanaan, mengingat pelaku sempat pulang mengambil senjata tajam sebelum kembali melakukan penikaman. Apabila unsur tersebut terpenuhi, maka dimungkinkan adanya penambahan atau penyesuaian pasal dengan ancaman pidana yang lebih berat," pungkas Adil.
Simak Video "Video: Eks Karyawan Bobol Brankas Isi Rp 400 Juta Dipicu Sakit Hati Dipecat"
(hsr/hsr)