Niat Hati Lerai Pasutri Cekcok Judol, Pria Makassar Tewas Ditebas

Niat Hati Lerai Pasutri Cekcok Judol, Pria Makassar Tewas Ditebas

Reinhard Soplantila - detikSulsel
Senin, 13 Apr 2026 10:08 WIB
Pria tewas ditebas saat lerai cekcok pasutri
Foto: Ilustrasi pembunuhan. (detikcom)
Makassar -

Pria bernama Rauf (45) tewas ditebas saat melerai cekcok pasangan suami istri (pasutri) di Makassar, Sulawesi Selatan (Sulsel). Rauf diserang sepupunya, Saparuddin (40) usai pelaku menganiaya istrinya sendiri, Mirna (40) gegara tidak diberi uang untuk bermain judi online (judol).

Penganiayan tersebut terjadi di Jalan Bontomanai, Kelurahan Bulurokeng, Kecamatan Biringkanaya, Minggu (12/4) malam. Polisi kini memburu pelaku yang melarikan diri.

"Informasi dari keluarga bahwa yang bersangkutan memang ada beberapa sangkutan, kemudian juga ada kegiatan perjudian online yang dia ikuti," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Makassar, AKP Hamka, Senin (13/4/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hamka menjelaskan, pelaku diduga dalam kondisi mabuk usai melakukan penganiayaan. Pelaku baru pulang dari pesta minuman keras (miras).

"Pemicunya adalah pelaku ini habis mengkonsumsi miras kemudian kembali ke rumah lalu terjadi cekcok dengan istrinya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Pelaku kemudian menebas punggung istrinya menggunakan parang. Korban Rauf pun datang untuk melerai pertikaian antara pelaku dengan istrinya.

"Korban bermaksud melerai ataupun memberi nasihat kepada pelaku, tetapi pada akhirnya korbannya menjadi sasaran dan dilakukan tebasan parang pada bagian leher," bebernya.

Insiden itu mengakibatkan Rauf meninggal dunia karena berulang kali ditebas di bagian leher. Sementara istri pelaku terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk dirawat.

"Untuk istrinya sendiri ditebas pada bagian pinggang, kemudian si pelaku kembali menebas korban itu di bagian leher hingga tewas," tambah Hamka.

Sementara pelaku melarikan diri dari lokasi setelah menganiaya istri dan sepupunya. Polisi belum mengetahui keberadaan pelaku.

"Pelaku sementara kami masih melakukan pencarian. Setelah sekian lama tadi kita mencari namun masih nihil," tutup Hamka.




(sar/nvl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads